TENTARA ISRAEL LUKAI 17 AKTIVIS DAN 7 REPORTER

    Yerusalem, 4 Rabiul Awal 1434/16 Januari 2013 (MINA) – Sumber medis Palestina melaporkan setidaknya 11 aktivis perdamaian tanpa kekerasan dan 7 wartawan terluka ketika tentara Israel mencoba menyerang sekelompok aktivis yang ingin mencapai Al Bab Syams, di mana para aktivis tersebut memprotes rencana pemukiman ilegal Israel E1 di Yerusalem Timur.

   Beberapa aktivis terluka di kaki dan lengan, sementara satu terluka di dada dan satu lagi terluka di kepala. Beberapa aktivis dilaporkan telah diculik, berdasarkan laporan IMEMC yang diterima Mi’raj News Agency (16/1).
   Koordinator Komite Populer Melawan Tembok Abdullah Abu Rahma melaporkan Tentara Israel mencegah puluhan warga yang ingin mencapai Bab Al Syams, tetapi beberapa pemuda berhasil sampai di sana. Para tentara itu mulai menembakkan bom gas dan peluru karet berlapis logam serta mengejar puluhan warga sampai ke  bukit sekitarnya.
   Tentara juga mencegah ambulans Palestina  yang datang untuk memberikan perawatan bagi warga terluka yang sangat membutuhkan, dan juga mencegah puluhan wartawan yang sedang melakukan tugas-tugas mereka.
   Dua wartawan yang  terluka diidentifikasi sebagai Nasser Shiokhy dan Mahmoud Oleyyan.
   Di Facebook mereka, aktivis Bab Al-Shams yang mengutip salah satu aktivis lainnya menyatakan sekitar 200 orang berusaha mencapai Bab Al-Syams,  serta menambahkan beberapa aktivis terjebak di pegunungan sekitar daerah itu sementara helikopter militer Israel terbang  di atas mereka.
   Salah seorang aktivis tanpa kekerasan Abir Qubty menyatakan sepuluh aktivis, termasuk dirinya sendiri, awalnya berhasil mencapai Bab Al-Syams namun tentara Israel menangkap mereka. Qubty menambahkan sebelumnya beberapa aktivis diculik oleh tentara Israel.
   Kemudian di Tweet nya Qubty mengatakan dia dan beberapa aktivis yang diculik berada dalam kendaraan tentara yang membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui, dan mereka diserang  serta dipukuli oleh tentara itu.
   Dalam sebuah postingan Facebook beberapa jam yang lalu, Bab Al-Syams melaporkan 22 aktivis yang diculik dibebaskan di penghalang jalan Hizma, dan menambahkan ada kemungkinan para aktivis lainnya masih ditahan.
   Abdullah Abu Rahma mengatakan kepada Radio 2.000 Betlehem puluhan aktivis berhasil mencapai Bab Al-Syams dengan memerankanrombongan  pernikahan palsu.  Setelah mereka diizinkan melalui  penghalang jalan militer Israel, mereka pergi ke desa itu dan memulai protes tanpa kekerasan mereka.
   Perlu disebutkan lebih banyak aktivis tanpa kekerasan lainnya menuju ke daerah yang direncanakan akan membangun kembali Bab Al-Shams itu.
   Para aktivis Bab Al Shams mengatakan mereka bertekad untuk kembali ke tanah Palestina, dan menambahkan “tidak ada yang bisa menghentikan kita”, mengirim pesan kepada penjajah bahwa Palestina yang ini dan warga Palestina memiliki hak untuk membangun dan menghuninya.
   Bab Al-Shams didirikan sebagai respon terhadap keputusan ilegal Israel yang sedang membangun ribuan unit rumah pemukim Yahudi di wilayah “E1” di Yerusalem Timur, dan secara ilegal menyita ribuan area tanah Palestina.
   Beberapa aktivis yang berhasil sampai ke Bab Al-Syams mengibarkan bendera Palestina dan menyatakan tekad mereka untuk membangun kembali desa tenda yang digusur tentara Israel Minggu lalu itu setelah para tentara menyerang secara kasar kemah aktivis di sana.(T/R-010/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply