TURKI TIDAK TERPROVOKASI TEWASNYA AKTIVIS KURDI

       Ankara, 3 Rabiul Awwal 1434/15 Januari 2013. (MINA) –Juru Bicara Pemerintah Turki Bulent Arinc meminta warga agar tidak terprovokasi dengan tewasnya tiga perempuan etnis Kurdi di Turki yang terbunuh di Paris Kamis kemarin (10/1/2013).
      Tiga perempuan itu adalah Sakine Cansiz, Fidan Dogan, dan Leyla Soylemez. Asosiasi Federasi Kurdi di Perancis menyatakan Cansiz adalah anggota pendiri Partai Pekerja Kurdistan (Partiya Karkerên Kurdistan atau PKK), Dogan anggota kongres Kurdistan dan Soylemez seorang aktivis muda.     

      Arinc yang juga Wakil Perdana Menteri Turki mengatakan, Kementerian Dalam Negeri Turki telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk pemakaman tiga perempuan Kurdi itu, mulai dari pemindahan jenazah mereka dari Paris hingga pengamanan prosesi pemakamannya di Turki.
      “Soal pemakaman mereka tidak boleh berubah menjadi ajang provokasi,” tegas Arinc di hadapan wartawan setelah pertemuan Dewan Menteri pada hari Senin.
      Kementerian Dalam Negeri dan unit terkait sudah menyiapkan tindakan pencegahan yang diperlukan dalam masalah tersebut.
      “Masalah ini harus didekati dari sudut kemanusiaan,” ujar Arinc.
      Arinc mengingatkan kemungkinan adanya upaya dari kelompok-kelompok tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi pada acara pemakaman nanti untuk mengadakan propaganda.
      Pejabat intelijen Turki dikabarkan telah melakukan pembicaraan terkait hal itu dengan pemimpin PKK yang dipenjara Abdullah Ocalan.
Seperti diketahui, PKK adalah sebuah organisasi warga Kurdi di Turki, didirikan tahun 1970-an, berhaluan Marxisme-Leninisme dan nasionalisme Kurdi. Tujuannya ingin mendirikan negara Kurdi Sosialis yang meliputi kawasan Turki tenggara, Irak barat laut, Suriah timur laut dan Iran barat laut.
      Sebelumnya, Pemerintah Turki telah menyatakan belasungkawa dan mengutuk pembunuhan tiga aktivis perempuan Kurdi di Paris tersebut.
      Menurut rencana, jenazah ketiga perempuan itu akan dimakamkan di Provinsi Tunceli, Kahramanmaras dan Diyarbakir, Turki atas permintaan keluarga mereka. Jenazah direncanakan akan tib a di Turki pada hari Rabu (16/1). (T.R-014/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply