WALIKOTA MUSLIM PERTAMA BARAT DAYA INGGRIS

  

             Bristol, 1 Rabiul Awal 1434/13 Januari 2013 (MINA) – Membuat sejarah di daerah Barat Daya Inggris, seorang anggota dewan Buruh Faruk Choudhury telah dipilih sebagai Walikota Muslim pertama Bristol, menjadikannya orang termuda yang memegang jabatan tersebut.

       “Saya benar-benar gembira telah terpilih,” Faruk Choudhury kepada This Is Bristol, menurut laporan OnIslam.net yang diterima Kantor Berita Mi’raj (MINA) Ahad (13/1).
Menjadi orang Asia dan Bangladesh pertama, Choudhury juga akan menjadi orang termuda yang menduduki jabatan pada usianya yang ke 38 itu. Ia akan mewakili daerah Eastville yang sudah dilayaninya selama hampir enam tahun.
       Choudhury akan berhak untuk mengetuai pertemuan-pertemuan dewan yang diadakan di majelis dewan dan dihadiri 70 anggota dewan kota. Choudhury mendapatkan jabatan tersebut setelah memenangkan pencalonan Partai Buruh sebagai Walikota. Dia akan dilantik pada pertemuan tahunan dewan Mei mendatang.
       Walaupun Ia menjadi Muslim pertama yang mengisi pos walikota Bristol, Choudhury bukanlah Muslim Inggris pertama yang melayani pos publik berkelas itu. Mei 2012, dewan Abdul Razak Osman dilantik sebagai walikota Muslim pertama di kota multi-budaya serta salah satu kota paling tua di Inggris, Leicester.
       Pada Mei 2011, Penasihat Naveeda Ikram dinobatkan sebagai walikota di daerah Bradford, juga sebagai wanita Muslim pertama yang memegang pos bergengsi ini. Sebelumnya pada November 2010, Lutfur Rahman terpilih sebagai walikota wilayah Tower Hamlets di London Timur, menjadikannya walikota Muslim pertama di Inggris.
       Pada 2007, seorang Muslim anggota partai Buruh Shahid Malik menjadi menteri Muslim pertama Inggris setelah ia diangkat sebagai menteri di bawah Sekretaris Negara untuk Departemen Pembangunan Internasional (DFID). Malik juga menjabat sebagai Menteri Kehakiman, Menteri Dalam Negeri dan terakhir sebagai Menteri Kesatuan ras, Iman dan Komunitas.
       Anggota Parlemen Muslim lainnya Sadiq Khan juga ditunjuk pada 2007 sebagai asisten pemerintah yang bertanggung jawab untuk urusan parlemen. Pada pemilihan parlemen 2010, delapan Muslim terpilih sebagai anggota parlemen di Majelis Bersama.
       Baroness Sayeeda Warsi, seorang kelahiran Inggris asal Pakistan, adalah wanita muslim pertama yang melayani Kabinet Inggris sebagai menteri tanpa portofolio.

       Melayani Masyarakat
       Terpilih sebagai walikota Muslim pertama Bristol, Choudhury berjanji menaikkan sumbangan darah dan organ untuk melayani masyarakat Inggris. “Banyak orang meninggal setiap tahun akibat kekurangan donor,” katanya.
       Choudhury berharap dapat menggunakan tahun jabatannya sebagai warga negara pertama Bristol yang mendorong masyarakat, khususnya di kalangan minoritas etnis, untuk memberikan darah dan menjadi donor organ. “Jika saya Walikota, saya dan Istri saya Shilpi akan bekerja di seluruh organisasi untuk mendorong sesi donor darah serta menjadi donor organ, terutama di kalangan masyarakat multi-etnis,” katanya.
       Sebuah donor darah serupa awal tahun ini didorong oleh Muslim Inggris. Donor darah yang dilakukan itu dipimpin oleh Masyarakat Persatuan Islam (IUS), bertujuan meningkatkan rutinitas jumlah donor darah dari komunitas Muslim di Inggris.
       Bekerja sama dengan Darah dan Transplantasi NHS (NHSBT), pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan di beberapa kota Inggris mendorong umat Islam untuk menyumbangkan darah, di mana Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang mencapai hampir 2 juta orang.
       Pada 2011, pemikir Demo menemukan Muslim di Inggris lebih patriotik dari pada seluruh populasi yang tinggal di sana. Menanggapi pernyataan “Saya bangga menjadi warga negara Inggris”, 83% dari Muslim mengatakan mereka bangga menjadi warga di sana. Persentase tersebut lebih tinggi dari rata-rata seluruh penduduk Inggris yang hanya mencapai 79%.(T/R-010/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply