WARGA FLORIDA SAMBUT BAIK MASJID BARU

      New Tampa, Florida, 23 Shafar 1434/5 Januari 2013 (MINA) – Umat Islam di daerah New Tampa di pantai barat Florida AS bergembira atas sambutan masyarakat setempat terhadap berdirinya masjid baru sebagai satu-satunya masjid di daerah itu, kata warga setempat, Jumat.
      “Sungguh menakjubkan sambutan warga setempat, berbeda dengan pemikiran sebagian orang yang berseberangan,” kata Ahmed, yang juga anggota Islamic Society of New Tampa (ISONET) kepada Tampa Bay Online, seperti dilaporkan OnIslam.net yang diterima Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA).     

Ahmed merasa beruntung hidup dalam sebuah komunitas yang menghargai perbedaan agama. Dia juga merasa puas dengan rasa toleransi masyarakat New Tampa, Florida dalam menerima keberadaan umat Islam dan masjid Darus Salaam yang baru dibangun.
      Masjid yang dapat menampung 800 jamaah itu dibuka pada Agustus dan menjadi masjid pertama di daerah tersebut. Terletak di atas lahan seluas tujuh hektar, seharga 1,6 juta dollar AS (sekitar 15,5 miliar rupiah) itu dikumpulkan dari sumbangan para anggota ISONET serta umat Islam lainnya.
      Permintaan warga muslim untuk membangun masjid telah berulang kali ditolak dengan alasan yang berbeda, mulai dari pertentangan lokal sampai masalah tata ruang. Hal itu muncul sejak adanya peristiwa serangan 9/11.
      Dalam lima tahun terakhir, telah terjadi aktivitas antimasjid di lebih dari setengah negara bagian AS, menurut American Civil Liberties Union.
Setidaknya 18 proyek Masjid, mulai dari Mississippi hingga ke Wisconsin, telah membuat pembenci Islam berusaha menghentikan pembanguna masjid dengan berbagai upaya.      Bahkan, beberapa masjid telah dirusak termasuk kasus penawaran hadiah 5.000 Dollar AS bagi yang membakar masjid Wichita pada 2011.
      Di New York yang beraneka budaya, usulan masjid di dekat lokasi Ground Zero telah masuk ke dalam debat publik dan politik nasional. Debat pendapat mengatakan bangunan Islam akan menjadi penghinaan kenangan korban 9/11. Sementara para pendukung mengatakan masjid akan menjadi pengirim pesan toleransi terhadap kejadian 9/11 Amerika.
       Masjid baru itu juga dimaksudkan untuk memerangi kesalahpahaman anti-Muslim yang telah menyebar sejak serangan 9/11.
“Ada kesalahpahaman pandangan masyarakat di sana bahwa muslim adalah teroris, padahal sebenarnya hanya rencana busuk mereka,” tegas Ahmed yang beremigrasi dari Pakistan 36 tahun lalu.
      Sejak 9/11, muslim AS yang diperkirakan berjumlah 6-8 juta mulai peka terhadap berkurangnya hak-hak sipil mereka untuk beribadah. Di Amerika ada upaya mempengaruhi keimanan umat Islam.
      Sebagai tambahan, sebuah laporan Pusat Ras dan Gender Universitas California dan Berkeley Amerika (CAIR) mengatakan Islamofobia di AS terus meningkat. Survei di Amerika Serikat juga mengungkapkan mayoritas orang Amerika hanya tahu sedikit tentang Islam dan keimanan muslim itu.
      Sebuah jajak pendapat Gallup baru-baru ini juga menemukan 43 persen orang Amerika mengaku secara nasional memiliki prasangka buruk terhadap orang muslim.(T/R-010/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply