WARGA ISRAEL TOLAK RENCANA NETANYAHU SERANG IRAN

        Tel Aviv, 3 Rabiul Awwal 1434/14 Januari 2013. (MINA) – Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Times of Israel seperti dikuti Press TV menyebutkan, sebanyak 43 persen responden warga Israel menolak rencana Netanyahu menyerang Iran. Warga menganggap masalah ekonomi menjadi isu penting dalam Pemilu Israel mendatang, bukan perang terhadap Iran.
       Hanya 12 persen dari responden, 23 persen pemilih dari gerakan sayap kanan dan hanya 2 persen pemilih dari gerakan sayap kiri, yang mendukung masalah perang terhadap Iran yang dikenal dengan program energi nuklirnya.       

       Hal ini berkaitan dengan rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membawa masalah keamanan dan diplomasi sebagai isu kampanye pemilu 22 Januari mendatang.
       Pada 23 Desember 2012, Netanyahu mengatakan bahwa program energi nuklir Iran akan tetap menjadi isu sentral dalam periode berikutnya jika ia terpilih kembali dalam pemilu Januari.
       Israel telah berulang kali mengancam akan menyerang fasilitas energi nuklir Iran, atas tuduhan tak berdasar bahwa program energi nuklir Iran itu mungkin ada unsur kepentingan bukan sipil.
       Pada 5 November tahun lalu, Netanyahu mengatakan siap melakukan serangan terhadap fasilitas-fasilitas energi nuklir Iran.
       Namun, beberapa mantan dan anggota aktif militer Israel serta tokoh intelijen menentang retorika perang Netanyahu terhadap Teheran. Mereka mengatakan langkah tersebut jika dilakukan justru akan merugikan rezim Israel sendiri.
       Pada tanggal 11 Januari, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengecam keras Netanyahu karena membuang uang miliaran Shekel Israel untuk mempersiapkan rencana perang terhadap Iran.
       “Dalam dua tahun terakhir, kita telah menghabiskan lebih dari 11 miliar shekel pada isu keamanan yang tidak dilakukan dan tidak akan dilakukan,” kata Olmert. (T/R-007/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply