ABBAS: ISRAEL INGINKAN KEKACAUAN

Ramallah, 16 Rabiul Akhir 1434/26 Februari 2013 (MINA) – Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan bahwa Israel menginginkan kekacauan dengan cara memerintahkan tentara Israel untuk terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa warga Palestina di Tepi Barat.

“Israel menginginkan kekacauan. Kami tidak akan biarkan mereka melukai rakyat Palestina. Anak-anak dan generasi muda kita harus dilindungi,” kata Abbas kepada para wartawan di Ramallah, Senin (25/2).

Kematian  warga Tepi Barat Arafat Jaradat (30) di dalam tahanan Israel pada Sabtu (23/2)  memicu protes warga di seluruh Tepi Barat dan Gaza.

Berdasarkan hasil Autopsi sebuah rumah sakit di Jerussalem, terungkap bahwa Jaradat meninggal karena penyiksaan melampaui batas oleh tentara Israel di dalam penjara.

“Kami kehilangan Arafat Jaradat yang ditangkap polisi Israel dan ia kembali dalam peti mati. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kami tidak akan ijinkan lagi Israel membawa warga Palestina ke dalam penjara-penjara mereka. Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang harus di selesaikan segera”, tegas Abbas.

Lebih lanjut Abbas menyatakan, Palestina sebenarnya menginginkan sebuah perdamaian yang dibangun atas dasar keadilan. Syaratnya, Israel harus menghentikan pembangunan permukiman mereka di Tepi Barat karena daerah tersebut berada di bawah hukum internasional sesuai Konvensi Jenewa  1967.

“Perdamaian atas dasar keadilan yang dimaksud adalah negara Palestina merdeka dengan Jerusalem sebagai ibukotanya”, ujar Abbas.

“Kami tidak terima jika ternyata hasilnya tidak sesuai dengan perjanjian internasional yang telah disepakati bersama. Kami sampaikan kepada semua negara di dunia termasuk Amerika Serikat dan para pendukungnya bahwa kami sedang mencari perdamaian”, tambahnya.

Bentrokan antara polisi Israel dengan rakyat Palestina meletus di beberapa kota di Tepi Barat sebagai bentuk protes mereka terhadap Israel atas beberapa insiden yang terjadi beberapa pekan terakhir ini, terutama setelah kematian seorang tahanan Palestina.

Kematian warga Palestina itu memicu bentrokan terutama di wilayah Sa’ir, Hebron Utara, tempat kelahiran Jaradat. Bentrokan juga  terjadi di lingkungan Bab Al-Zaweia dan beberapa kota lainnya di Palestina. (T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply