ALJAZAIR PERINTAHKAN TEMBAK BAGI PENYEBERANG PERBATASAN

Aljazair, 25 Rabiul Awal 1434/6 Februari 2013 (MINA) – Seorang pejabat keamanan tingkat tinggi Aljazair mengatakan tentara yang menjaga perbatasan negara itu dengan Mali telah diberi perintah tembak terhadap siapa saja yang mencoba menyeberangi perbatasan secara ilegal, situs Miami Herald melaporkan, Selasa (5/2).

Pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan di wilayah Sahara yang luas di negara Afrika Utara, mengatakan kekhawatirannya dengan kemenangan pasukan Perancis di Mali Utara akan memaksa pejuang kelompok Islam melintasi perbatasan masuk ke Aljazair.

Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan penduduk setempat telah diperingatkan tentang perintah dan mendesak mereka agar tidak menyeberangi perbatasan tanpa persetujuan.

Konflik yang terjadi di Mali memicu tindakan tegas dari Aljazair yang merupakan negara tetangganya. Aljazair memutuskan untuk menutup perbatasannya dengan Mali yang ada di sebelah barat daya negara itu semenjak pecahnya konflik.

“Kami telah memberitahu pihak pemerintah Mali atas keputusan penutupan perbatasan ini, yang memang telah diamankan sejak pecahnya konflik di Mali,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Aljazair, Amar Belani kepada kantor berita Perancis.

“Angkatan bersenjata dikerahkan di sepanjang garis perbatasan, tapi kami tetap menyiapkan bala bantuan untuk mencegah infiltrasi kelompok oposisi Islam,” kata Mohamed Baba Ali, anggota parlemen di kota Garnisun Tamanrasset, Senin, 4 Januari 2013. “Tanpa bala bantuan di sana, bakal ada penyusupan dari Mali Utara.”

Aljazair, yang selalu menentang intervensi di Mali, enggan terseret dalam konflik ketika pemerintah setuju jet tempur Prancis menggunakan wilayah udaranya dan menutup garis perbatasan sepanjang 1.400 kilometer di sebelah selatan wilayah Negara itu.

Selama ini, Aljazair berbagi wilayah perbatasan berupa gurun pasir seluas 2.000 kilometer dengan Mali. Aljazair selalu memberikan bantuan solusi politik bagi negara tetangganya yang selalu bermasalah dengan kelompok oposisi yang berusaha mengambil alih ibukota Bamako.(T/P09/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply