ALUMNI PESANTREN MAMPU SELAMATKAN NEGERI

Brebes, Jateng, 7 Rabiul Akhir 1434/17 Februari 2013 (MINA) – Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Mahfud MD, mengatakan, alumni pesantren mampu menyelamatkan negeri ini dari kerusakan akibat korupsi, ketidakadilan. 

“Ini panggilan sejarah, dulu negara ini dibangun oleh orang pesantren dan sekarang saatnya orang pesantren kembali turun memperbaikinya,” katanya pada Sarasehan “Membedah Pesantren dan Pemberantasan Korupsi” di Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (16/2) malam.

Menurut Mahfud, saat ini pemberantasan korupsi sulit dilakukan karena yang terjadi antarpemimpin negeri ini saling sandera. Sementara, pemimpin yang ada, sudah terlanjur terlibat korupsi, sehingga tidak dapat memberantasnya secara tuntas. 

Pascareformasi sampai sekarang, sebanyak 263 pemimpin daerah terlibat kasus pidana, 80 persennya adalah kasus korupsi. Era reformasi hanyalah lanjutan korupsi sebelumnya, bahkan lebih parah.

“Tidak ada bedanya dengan dahulu, korupsi semakin menjadi-jadi, mafia peradilan, rekayasa hukum, dan kompromi suap,” tegasnya.

Kondisi tersebut tidak mungkin dibiarkan, dan untuk membenahinya sangat ditunggu orang-orang dari pesantren untuk selamatkan negeri dari kehancuran. Keunggulan pendidikan di pesantren yang didasari agama yang cukup dan mengedepankan moral orang pesantren layak untuk menjadi pemimpin, paparnya.

“Sekarang sudah terbukti orang pesantren memiliki keunggulan, lembaga-lembaga negara yang bersih dipimpin dan didominasi oleh lulusan pesantren,” tandas Mahfud. (L/B01/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply