ANGGOTA KUARTET MESIR SERUKAN AKHIRI PERANG DI SURIAH

Kairo, 27 Rabiul Awal 1434/8 Februarui 2013 (MINA) – Presiden Mesir, Iran dan Turki, anggota kuartet Mesir, bertemu membahas krisis Suriah, mengadakan pembicaraan Rabu atas konflik berkepanjangan.

Xinhua melaporkan, Mohamed Morsi, Mahmoud Ahmadinejad dan Abdullah Gul bertemu di sela-sela pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) KTT yang dibuka Rabu, menyerukan penyelesaian segera krisis dan mengakhiri pertumpahan darah di Suriah.

Arab Saudi tidak mengikuti pertemuan karena Deputi Perdana Menteri Pangeran Salman bin Abdulaziz, yang menghadiri KTT atas nama Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, meninggalkan Mesir “untuk alasan pribadi,” kata juru bicara kepresidenan Mesir Yasser Ali.

Setelah melewatkan pertemuan kuartet sebelumnya, Arab Saudi diyakini menghindari pertemuan dengan Iran karena ketidaksepakatan mereka di Suriah dan isu-isu lainnya, termasuk gangguan Iran dalam dugaan urusan negara-negara Teluk.

KTT Islam itu dihadiri oleh 27 kepala negara beserta perwakilan anggota OKI lainnya dan didedikasikan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dunia Muslim.
Dalam sambutannya, Mursi mendesak semua kelompok oposisi Suriah untuk berkoordinasi dengan koalisi oposisi yang berbasis di Kairo, dan menegaskan kembali penolakan Mesir dari campur tangan militer asing di Suriah. Ia juga menyerukan dukungan bagi upaya-upaya mediasi internasional.

Ahmadinejad mengatakan kepada televisi pemerintah Mesir bahwa komite kuartet harus mengerahkan upaya untuk menghentikan kekerasan di Suriah secepat mungkin, mendesak pemahaman nasional antara pemerintah Suriah dan oposisi.

Ia juga merekomendasikan pemilihan umum yang bebas untuk membuat rakyat Suriah memutuskan untuk diri mereka sendiri, dengan mengatakan “Perang menghasilkan perang, dan pemerintah yang menganggap kekuasaan melalui perang tidak akan berlangsung lama.”

Setidaknya 35 orang tewas dan 30 lainnya cedera pada Rabu ketika bom mobil kembar bunuh diri meledak dekat cabang keamanan militer di Suriah provinsi Homs tengah, kata sebuah situs berita pro-pemerintah online. Media pemerintah negara itu menyangkal laporan tentang situasi yang memburuk di Damaskus.

Bentrokan intens juga terjadi di pintu masuk dari pinggiran Jobar selatan Damaskus antara pasukan pemerintah dan oposisi bersenjata, media lokal dan aktivis mengatakan. Sementara itu, televisi pemerintah Suriah mengatakan Rabu, pasukan Suriah kembali menguasai dua daerah dekat bandara internasional ibukota Damaskus.(T/P-08/R2).

Miraj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply