ANSAR AL-ASRA KUTUK PENOLAKAN ISRAEL BEBASKAN TAHANAN MOGOK MAKAN

209 days On Hunger Strike; Letter from Samer al-Eesawi       Tepi Barat, 11 Rabiul Akhir 1434/21 Februari 2013 (MINA) – Organisasi “Advokasi/Dukungan untuk Para Tahanan Palestina” Ansar al-Asra mengutuk keputusan Israel untuk tidak melepaskan tahanan yang melakukan aksi mogok makan selama 210 hari, Samer al-Issawi, dengan membayar uang jaminan.
       Ansar al-Asra, dalam pernyataan pers yang dilansir AlResalah dan diterima Mi’raj News Agency, Kamis (21/2), mengutuk penundaan pengadilan berkelanjutan yang dilakukan Israel terhadap para tahanan dan memanipulasi perasaan dan nasib hidup mereka, khususnya, para tahanan yang melakukan mogok makan di penjara-penjara Israel.
       Samer Issawi, 33 tahun, telah ditahan tanpa tuduhan selama lebih dari tujuh bulan oleh penjajah Israel. Ia dibebaskan dari penjara pada bulan Oktober 2011 sebagai bagian dari pertukaran tahanan seorang perwira Israel Gilad Shalit dan ditahan lagi tanpa tuduhan pada tanggal 7 Juli 2012.
       Issawi telah melakukan mogok makan sejak Agustus 2012 untuk memprotes penahanan atas dirinya. Dia sekarang dalam kondisi kritis: kehilangan penglihatannya, muntah darah, dan hampir kehilangan kesadaran.
       Pada Selasa (19/2), Sebuah pengadilan Israel memutuskan, Samer Issawi, yang telah mogok makan selama lebih dari 200 hari, harus tetap dalam tahanan. Pengacara Issawi, Jawad Bulous, meminta seorang hakim membebaskan Issawi di pengadilan Al-Quds (Yerusalem). Namun, seorang jaksa penuntut militer Israel menentang permintaan tersebut.
      “Penjajah Israel harus bertanggung jawab penuh atas kehidupan tawanan Al-Issawi dan tahanan mogok makan lainnya,” kata organisasi Ansar al-Asra dalam pernyataan persnya.
      Organisasi Ansar al-Asra menyerukan kepada pimpinan Mesir untuk menekan penjajah Israel agar berkomitmen dengan kesepakatan pertukaran tahanan dan membebaskan para tahanan mogok makan segera.
       Pada Mei 2012 terjadi kesepakatan tahanan yang ditengahi oleh Mesir dengah beberapa ketentuan yang berkaitan dengan perbaikan kondisi tahanan, salah satunya adalah pembebasan semua tahanan dari sel isolasi.
       Namun, kesepakatan itu diakhiri dengan kampanye mogok makan massal yang diluncurkan oleh para tahanan Palestina karena Israel tidak membebaskan seorang tahanan Palestina yang dipenjara di sel isolasi tersendiri, Dirar Abu Sisi.

Tuntutan Utama Aksi Mogok Makan

       Lebih dari 1.600 tahanan melakukan aksi mogok makan sejak 17 April 2012 lalu. Tuntutan utama mereka adalah membuka kembali kunjungan keluarga dari Gaza dan menghentikan penahanan di sel isolasi, serta memprotes penjajah Israel karena menahan tanpa dakwaan atau proses pengadilan,  memberikan setiap tahanan atas hak mereka untuk menggugat legalitas penahanan mereka dan hak mereka untuk mendapatkan bantuan hukum.
       Penjajah Israel menghentikan kunjungan keluarga bagi para tahanan yang melakukan aksi mogok makan.
       Organisasi Hak Asasi Manusia Urusan Tahanan Palestina, AdDameer, melaporkan, total tawanan warga Palestina yang kini berada di penjara-penjara penjajah Israel berjumlah 4.743 tawanan.
       Pada akhir September 2012, terdapat sekitar 60 tahanan Palestina yang ditahan di dalam sel isolasi, termasuk dua diantaranya ditempatkan secara terpisah untuk alasan negara atau keamanan penjara. (T/P02/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply