AS DALANG UTAMA PERANG SURIAH

Washington, 28 Rabiul Awal 1434/9 Februari 2013 (MINA) – Menteri Pertahanan AS Leon Panetta untuk pertama kalinya mengakui bahwa Pentagon telah mempersenjatai oposisi Suriah untuk menggulingkan Presiden Bashar Al-Assad.Bisa dibilang, ASlah yang mendalangi perang di Suriah.

Ide ini pertama kali dikumandangkan oleh mantan sekretaris negara Hillary Clinton yang bertemu secara pribadi dengan David Petraeus, kepala CIA pada musim panas 2012 ketika membahas isu tentang Suriah.

Kedua pejabat Amerika tersebut kemudian mengusulkan membentuk kelompok pemberontak di Suriah yang akan dilatih secara khusus oleh militer AS dibawah kendali langsung Gedung Putih dengan tujuan utama menggulingkan presiden Bashaar Asaad yang saat ini berkuasa. Namun Presiden Barack Obama tidak menyetujui rencana tersebut dengan alasan kemanusiaan dan besarnya  pendanaan yang akan ditanggung oleh pemerintah Amerika.
 
Tetapi, Panetta dan ketua Kepala Staf Militer AS Martin Dempsey, mengaku rencana tersebut tetap dilaksanakan dibawah komando langsung Angkatan Bersenjata AS dan Komite Senat yang mendukung gagasan tersebut.

Senator AS yang pernah menjadi rival Obama pada pilpres 2009 lalu John Mc Cain menentang keras rencana AS membentuk oposisi yang akan menggulingkan Bashaar Asaad tersebut.

“Saya bertanya kepada kalian apakah anda tahu bahwa 7.500 warga Suriah telah tewas di tahun 2012 dan total korban sampai sekarang sudah 60.000. Berapa banyak lagi yang harus menjadi korban jika  anda tetap melanjutkan aksi pemberontakan itu?” Tanya Mc Cain kepada mereka.

“Dan apakah Anda mendukung rekomendasi dari Clinton dan pejabat CIA Petraeus untuk melatih dan mempersenjatai oposisi di Suriah? Apakah anda mendukung itu?,” tambah sang senator.

“Ya, kita akan lakukan itu,” jawab Panetta dan Dempsey.

Panetta mengatakan bahwa pembicaraan eksklusif itu sudah diketahui oleh banyak kalangan dan hal ini akan membuat  Hizbullah di Lebanon semakin banyak memperoleh senjata canggih dari Damaskus yang akan mengancam eksistensi Israel.

“Kekacauan di Suriah telah menciptakan sebuah lingkungan di mana senjata-senjata akan melintasi perbatasan dan jatuh ke tangan Hizbullah telah menjadi ancaman besar,” kata Panetta, yang akan pensiun bulan ini.(T/P04/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply