BANGLADESH BLOKIR SITUS DAN BLOG ANTI-ISLAM

Dhaka, 13 Rabiul Akhir 1434/23 Februari 2013 (MINA) – Bangladesh telah memblokir situs internet tertentu dan blog yang menyakiti perasaan religius di negara mayoritas Muslim itu sebagai bentuk protes tandingan  antara pendukung Jamaat-e-Islami dengan demonstran muda pendukung blogger, media OnIslam melaporkan sebagaimana yang diterima MINA di Jakarta, Jumat (22/2).

“Kami telah mengambil tindakan sesuai dengan UU ICT (Information Communication Technology) negara,” kata Giasuddin Ahmed, wakil ketua regulator telekomunikasi Bangladesh. Ahmed menambahkan bahwa setidaknya dua website telah diblokir serta menghapus 10 posting blog yang menyebarkan kebencian, memprovokasi gangguan sosial dan menyakiti perasaan religius rakyat.

“Pihak berwenang juga telah meminta operator blog untuk menyaring tulisan anti-agama mereka,” kata pejabat lainnya. Ketegangan meningkat di negara Asia Selatan itu setelah munculnya  tulisan blog anti-Islam yang diduga ditulis oleh  Ahmed Rajib Haider.

Dalam beberapa pekan terakhir Haider dan sesama blogger lain telah meluncurkan protes besar menuntut pelarangan partai Islam terbesar di Bangladesh Jamaat-e-Islami, dan mengeksekusi para pemimpin partai atas tuduhan kejahatan perang dalam perjuangan kemerdekaan 1971.

Protes terjadi setelah keputusan pengadilan khusus  menghukum pemimpin senior partai Jamaat-e-Islami, Abdul Quader Mollah, atas pembunuhan massal selama perang dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Delapan pemimpin partai lainnya sedang disidang dengan  tuduhan kekejaman selama perang sembilan bulan terhadap Pakistan. Hukuman seumur hidup Mollah dipandang banyak orang di negeri itu adalah hukuman yang ringan sehingga memicu protes massa. Pada vonis pertama sebulan lalu, majelis pengadilan menghukum mati in-absensi seorang mantan pimpinan Jamaat-e-Islami, Abul Azad Kamal, karena pelanggaran serupa.

Puluhan ribu orang keluar ke jalan-jalan di seluruh negeri menyerukan hukuman mati bagi penjahat perang, termasuk Mollah. Mereka telah berkemah di Shahbagh pusat kota Dhaka untuk menekankan tuntutan mereka. Ketegangan meningkat setelah kematian Haider di dekat rumahnya yang di dilukai sampai mati di ibukota Dhaka pekan lalu.

Protes tandingan

Pemerintah melarang situs anti-Islam ketika setidaknya satu tewas dan puluhan terluka setelah pendukung Jamaat-e-Islami bentrok dengan polisi  hari Jumat selama pengadilan kejahatan perang berlangsung.

“Seorang pendukung salah satu partai Islam, meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata kepala polisi distrik Jhenidah Altaf Hossain kepada kantor berita Perancis. Hossain  menambahkan bahwa ratusan pengunjuk rasa juga bentrok dengan aktivis partai yang berkuasa.

Sebanyak 12 partai Islam diduga melakukan protes setelah shalat Jumat. Hampir setengah juta orang berkumpul di masjid nasional, menuntut eksekusi terhadap blogger yang diduga berada di belakang tulisan yang menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Polisi dan media lokal mengatakan bentrokan sengit juga terjadi di kota pelabuhan Chittagong, kota utara Bogra dan puluhan kota-kota lainnya. Polisi menembakkan peluru karet pada ribuan demonstran, menyebabkan puluhan terluka.

Di Dhaka, kekerasan juga pecah di luar masjid nasional Baitul Mukarram, di mana para pengunjuk rasa juga menyerang sekitar selusin wartawan. Sayeed Khan, seorang dokter darurat perguruan tinggi medis rumah sakit di Dhaka, mengatakan bahwa sudah 50 orang telah dirawat, sebagian besar terluka oleh peluru karet. “Beberapa kasus sangat kritis,” katanya.

Bangladesh adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim ketiga terbesar di dunia dengan populasi sekitar 148 juta. Negara ini memiliki sistem hukum sekuler tetapi dalam hal yang berkaitan dengan warisan dan pernikahan Muslim mengikuti Syariah.(T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply