BANTU SERANG PARLEMEN, PRIA KASHMIR DI EKSEKUSI

Kashmir, 4 Rabiul Akhir 1434/14 Februari 2013 – Eksekusi seorang pria Kashmir, Mohammad Afzul Guru yang divonis hukuman gantung karena membantu penyerangan parlemen di India tahun 2001, memicu aksi demonstrasi. Demonstran bentrok dengan polisi. Puluhan orang luka-luka.

Meskipun jam malam yang ketat pada Senin mulai diterapkan, namun protes dan bentrokan antara tentara dan demonstran pecah di sekitar tempat di wilayah tersebut. Eksekusi Guru pada Sabtu meningkatkan ketegangan di wilayah Himalaya, di mana kebanyakan orang percaya pengadilannya tidak adil.

Di desa Watergam, dekat kota Sopore, di rumah Guru, seorang bocah 12 tahun, Obaid Mushtaq meninggal pada Senin pagi. Ia wafat setelah polisi dan pasukan paramiliter menembakkan peluru gas air mata dan peluru. “Peristiwa itu terjadi sehari sebelumnya, untuk membubarkan kerumunan,” demikian ungkap Aijaz Mustafa, seorang pejabat rumah sakit kepada Aljazeera.

Sementara itu, dua orang lainnya tewas pada Ahad setelah mereka mencoba melarikan diri dari polisi selama demonstrasi berlangsung di desa Sumbal, sekitar 25 km di utara kota utama Srinagar. Penanganan eksekusi Guru dikritik dengan keras oleh Kepala Menteri Kashmir Omar Abdullah, yang mengatakan akan memperdalam rasa frustrasi dan keterasingan negara India yang berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Di Pakistan eksekusi Guru ini memberi dampak. Sekitar 1500 aktivis dari kelompok-kelompok politik termasuk partai utama yang berkuasa di Pakistan ambil bagian dalam aksi demonstrasi itu. “Para demonstran menuntut ketidakadilan yang dilakukan terhadap Guru,” demikian kata seorang polisi yang hadir dalam aksi demo tersebut.

Guru, berasal dari wilayah Kashmir bagian India. Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan menyediakan senjata dan penginapan bagi gerilyawan yang melakukan serangan. Guru menyatakan dirinya tidak bersalah.

Presiden Pranab Mukherjee menolak grasi Mohammad Afzal Guru. Terpidana akhirnya dihukum mati pada Sabtu pagi, pukul delapan waktu setempat di penjara Tihar, New Delhi. Untuk mengantisipasi terjadinya perlawanan, pemerintah memberlakukan jam malam di Kashmir dan memerintahkan masyarakat untuk tidak turun ke jalan.(T/P08/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)
 

Leave a Reply