SUKABUMI BANTU RP200 JUTA UNTUK PALESTINA

Sukabumi, 18 Rabiul Akhir 1434/28 Februari 2013 (MINA) – Warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memberikan bantuan senilai Rp200 juta untuk perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsha dan kemerdekaan Palestina.

Serah terima secara simbolis diberikan dari Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Sukabumi, Musthafa Kamal, kepada Ketua Aqsa Working Group (AWG) Jakarta, Agus Sudarmaji di Sukabumi, Rabu (27/2).

AWG merupakan lembaga mitra BAZ Sukabumi, yang secara khusus melakukan berbagai kegiatan meningkatkan kesadaran dan menghimpun potensi umat Islam untuk perjuangan membebaskan Al-Aqsha dan kemerdekaan Palestina. AWG memiliki cabang di Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, dan kota-kota lain di Indonsia, termasuk mempunyai akses dan cabang langsung di Palestina.

Donasi masyarakat terlaksana melalui Gerakan Infaq Seribu Rupiah Peduli Palestina yang digulirkan BAZ Sukabumi sejak November 2012.

Dalam rumusannya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukabumi menyebutkan, masyarakat Sukabumi dan sekitarnya merasa peduli dengan nasib saudaranya di Palestina. Apalagi Palestina merupakan satu-satunya negara di dunia yang masih dalam penjajahan Israel.

Melalui gerakan peduli Palestina tersebut, panitia membagikan kupon senilai seribu rupiah per lembar untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat Sukabumi melalui lembaga pemerintahan, pendidikan, keislaman, jamaah masjid dan masyarakat umum.

“Melalui gerakan ini terkumpul dana 200 juta rupiah untuk perjuangan Palestina,” Ketua BAZ Sukabumi, Musthafa Kamal.

Sebelumnya, BAZ Sukabumi juga menyalurkan donasi Palestina sejumlah Rp200 juta melalui AWG Sekretariat Internasional Jakarta.

“Perjuangan saudara-saudara kita di Palestina merupakan perjuangan kita semua, dan kepedulian itu harus kita laksanakan,” ujar Musthafa kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA).

Menurutnya, dengan memberikan bantuan seribu rupiah tidak memberatkan umat. Tetapi setelah terkumpul dapat menghasilkan manfaat yang besar.

BAZ Kreatif

BAZ Sukabumi juga aktif mengerahkan infak umat, di antaranya untuk membantu korban bencana di Jogjakarta, Bandung, dan Sukabumi.

“Melalui gerakan penyadaran umat semacam ini, kita telah membangun Gedung Pelayanan Zakat dan beberapa fasilitas umum,” papar Musthafa, yang aktif mengikuti acara-acara bertema kepalestinaan.

“Dengan memaksimalkan layanan zakat, infak dan shadaqah melalui kegiatan nyata, menambah kepercayaan umat kepada lembaga pengelola,” katanya.

Program lainnya yang sedang diusahakan BAZ Sukabumi bekerjasama dengan pemerintah setempat adalah pngajuan program Bedah Rumah Duafa (BRD).

“Kami sudah mengajukan kepada Kementerian Perumahan Rakyat dan mendapat jatah 6.000 unit rumah untuk kaum dhuafa. Tahap awal kita sudah membangun 2.500 rumah,” kata Musthafa yang juga Ketua Yayasan Pelita Ummat Indonesia itu.

BAZ Sukabumi juga mendorong perbaikan honor bagi asatidz Madrasah Diniyah, memberdayakan potensi penerima zakat (mustahik) agar menjadi pemberi zakat (muzaki), serta  Program Bangkit Usaha Mikro bekerjasama dengan pengusaha.

“Dalam jangka waktu ke depan, sedang dirintis berdirinya bank khusus milik mustahik,” imbuhnya.

Sekarang saja, menurutnya, ada terdapat tidak kurang dari 200 Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Otomatis mereka memerlukan bank, yang diarahkan antara lain untuk pemberdayaan kaum dhuafa juga.

BAZ Sukabumi memang dikenal memiliki program kreatif dan konsisten. Beberapa lembaga pengelola ZIS dari kota-kota lain di Indonesia melakukan studi banding ke BAZ Sukabumi. Termasuk beberapa pakar keislaman dari luar Indonesia ikut meneliti keberhasilan program BAZ Sukabumi. (L/P09/P015/R1).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply