BEDAH BUKU, BALADA SANG DA’I ERA 70-AN

Bogor, 23 Rabiul Awal 1434/4 Februari 2013 (MINA) – Perhimpunan Pemuda Muslim dan Ikatan Remaja Masjid At Taqwa Bogor mengadakan bedah buku ‘Balada Seorang Da’i karya Abul Hidayat Saerodjie, seorang ulama terkemuka Jamaah Muslimin. Buku cetakan ke-5 tersebut mengisahkan perjuangan dirinya dalam berdakwah sejak tahun 70-an.

Buku  setebal  232 itu berisi tentang kisah seorang da’i muda yang hidup dilingkungan dengan berbagai tekanan sejak kecil. Namun seiring berjalannya waktu, ulama yang juga ketua LBPI (Lembaga Bimbingan dan Penyuluhan Islam) tersebut meskipun menjalani hari dalam berbagai keterbatasan mampu mengatasi kekurangannya dan menjadi salah satu ulama terkemuka Indonesia.

“Umat Islam jaman sekarang lebih senang berleha-leha, oleh karena itu dengan berbagi kisah Ustadz Akhi (panggilan Saerodjie) ini mampu menjadi pencerahan dan cambukan agar mau menjadi lebih baik,” kata ketua panitia Muhammad Ridwan kepada Mi’raj News Agency (MINA) Ahad (3/1).

Acara itu dihadiri sekitar 100 Muslim dari Jabodetabek.n Menurut Ridwan pemuda ibarat bingkai yang menguatkan lukisan dan memperindahnya. “Persatuan umat itu seperti lukisan,  pemuda sebagai bingkainya. Pemilihan bingkai yang baik atau pengkaderan pemuda akan memperindah tujuan bersama dalam mempersatukan umat tadi,” tambahnya.

Penulis buku, Abul Hidayat mengatakan, inti bedah buku yang paling ditekankan kepada peserta yaitu, penghayatan terhadap ruh kehidupan berjamaah.

“Inti dari bedah buku ini sendiri, adalah penghayatan ruh berjamaah, sejarah dan substansinya, dimana perjuangan ditengah gejolak manusia terhadap hadirnya jamaah,” kata Saerodjie.

Dia menambahkan bahwa generasi sekarang harus jauh lebih baik dalam menulis buku, karena jaman sekarang lebih canggih dibanding dulu. Dimana mengetik saja masih menggunakan mesin ketik.

Menurut Saerodjie menjadi seorang da’i itu dituntut untuk menghayati dan memahami al-Quran dan as-Sunnah. Da’i harus tau situasi dan kondisi mad’u, sikap mental, tidak mengharapkan imbalan saja, dan harus ikhlas.

Bedah buku ini sudah diadakan dua kali, yang pertama diadakan di Bandung dengan peserta ibu-ibu pengajian, dan yang ke dua di Bogor. Rencananya, Perhimpunan Pemuda Muslim dan Ikatan Remaja akan mengadakan acara lanjutan dari bedah buku yaitu tabliq akbar yang akan membahas evaluasi dan hikmah.(L/P03/014/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply