BOM HANTAM AREA BANGUNAN PARTAI ASSAD

Damaskus, 12 Rabiul Akhir 1434/22 Februari 2013 (MINA) – Sebuah bom mobil mengguncang pusat Damaskus pada Kamis (21/2), menewaskan beberapa orang serta  membakar mobil-mobil di jalan raya yang padat dekat dengan kantor Partai milik Assad dan Kedutaan Besar Rusia, kata aktivis.

Menurut laporan Egypt Independent yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), tayangan televisi  setempat menunjukkan setidaknya empat mayat  terkapar  di jalan setelah ledakan, di mana media pemerintah menyalahkan “teroris” yang memerangi Presiden Bashar al-Assad melakukan bom bunuh diri tersebut. Selama ini, Pusat Damaskus merupakan daerah aman dari konflik yang telah hampir dua tahun menewaskan sekitar 70.000  warga itu, menurut PBB.

Oposisi yang  menguasai daerah  selatan dan timur ibukota menyerang basis kekuatan Assad dalam satu bulan ini dan telah melakukan beberapa kali pemboman yang menghancurkan dalam setahun terakhir. Kelompok  oposisi Jabhat Nusra mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan tersebut.

Ledakan tersebut, menurut para aktivis diikuti lagi tiga ledakan lainnya ditempat berbeda di Damaskus, membuat asap hitam menyelimuti distrik Marza.

Menurut laporan kantor berita Itar-Tass Rusia, mengutip seorang diplomat, mengatakan ledakan itu menghancurkan jendela kedutaan besar Rusia yang menghadap ke jalan raya di mana bom meledak, tetapi tidak ada karyawan yang terluka. “Bangunan benar-benar rusak , Jendela hancur,” kata diplomat itu.

Sebuah Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah (kelompok  pengamat Suriah yang berbasis di Inggris) mengatakan bom mobil meledak di dekat sebuah bangunan  partai berkuasa ,  Partai Baath, sekitar 200 meter dari Kedubes Rusia.

Seorang koresponden TV Suriah mengatakan ia melihat tujuh kantong mayat yang diisi dengan korban meninggal ledakan di lokasi kejadian. Ia mengatakan 17 mobil habis terbakar dan 40 lainnya rusak parah, ledakan juga menyebabkan  lubang sedalam 1,5 meter di jalan.

Kantor berita resmi SANA mengatakan anak-anak di sebuah sekolah di dekat distrik Mazraa juga menjadi korban, di mana Mazraa merupakan pemukiman yang padat di ibukota tersebut.

Para aktivis melaporkan setidaknya dua ledakan  lainnya menyusul setelah ledakan Mazraa. Pengamat mengatakan dua bom mobil meledak di luar pusat keamanan di distrik Barzeh  timur laut, namun tidak ada rincian korban.

TV Suriah mengatakan pasukan keamanan telah menahan seorang calon pembom bunuh diri dengan lima bom di mobilnya, salah satunya dengan berat 300 kilogram.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply