DAFTAR TUNGGU HAJI CAPAI 2,1 JUTA ORANG

        Jakarta, 2 Rabiul Akhir 1434/12 Februari 2013 (MINA) – Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Cepi Supriatna mengatakan calon jamaah haji Indonesia yang masuk daftar tunggu haji (waiting list), saat ini mencapai sekitar 2,1 juta orang.
        “Mereka harus menunggu giliran mendapatkan jatah beribadah ke Tanah Suci beberapa tahun mendatang,” kata Cepi Supriatna saat mendampingi Staf Ahli Menteri Agama Abdul Fatah dan Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama Mahsusi ketika menerima anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI asal Papua, Ferdinanda W. Ibo Yatipay dan anggota DPD asal Papua Barat Sofia Maipauw di kantor Kemenag, Senin (11/2).
      “Di Provinsi Sulsel masa tunggunya 17 tahun, kalau daftar tahun ini berangkat tahun 2030, yang terendah 5-6 tahun, kalau Papua termasuk menengah,” kata Cepi Supriatna dalam siaran pers Kemenag Selasa (12/2).
        Masalah kuota haji, kata Cepi, ibarat makanan  satu piring yang peminatnya banyak. Menurut dia, pemerintah Arab Saudi bukan tidak mau memberi tambahan kuota, tapi terbentur dengan kapasitas baik di kota Mekkah, Arafah dan Mina yang hanya mampu menampung jamaah haji dari penjuru dunia sejumlah 2 juta orang.
        Karena itu, masalah kuota diatur masing-masing negara memperoleh 1 per mil, sesuai ketetapan konferensi negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam).
        “Tahun lalu kita minta tambahan 30 ribu, tapi tidak ada satu pun negara yang ditambah kuotanya. Sehingga dalam dua tahun ini kuota kita tetap 211 ribu orang,” jelas Cepi.
        Cepi menambahkan pembagian kuota di tiap-tiap provinsi diatur dengan cara yang adil dan transparan. “Kalau kami berikan tambahan kuota kepada satu provinsi, berarti ada provinsi lain yang dikurangi. Karena itu tidak bisa kami mengabulkan permintaan tambahan begitu saja,” kata Cepi.
        Mengenai usulan agar ada program pemberangkatan umat Kristen ke kota suci Yerusalem Staf Ahli Menag Abdul Fatah mengatakan gagasan itu sulit terealisir. Karena, sampai saat ini Indonesia dengan Israel tidak ada hubungan diplomatik.  (T/P03/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply