DELEGASI FATAH TIBA DI KAIRO BAHAS RENCANA REKONSILIASI

Kairo, 8 Rabi’ul Akhir 1434/18 Februari 2013 (MINA) – Para menteri Palestina dari faksi Fatah tiba di Kairo Sabtu (16/2) kemarin malam waktu setempat dan dijadualkan akan bertemu dengan para pejabat Mesir, demikian ungkap seorang pejabat kedutaan Palestina di Kairo.

Tujuan utama kedatangan wakil faksi Fatah adalah untuk melanjutkan agenda rekonsiliasi yang rencananya akan dilangsungkan pada Selasa (19/2) mendatang. Agenda utama dalam rekonsiliasi itu akan membahas kelanjutan rencana pemilu nasional yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang.   

Sakhr Bseiso, salah seorang pejabat Fatah mengatakan bahwa kedua faksi ini akan bertemu di bawah mediasi Mesir sehari setelah Komisi Pemilihan Pusat meyelesaikan pendaftran pemilu di Gaza.

Sebelumnya Fatah dan Hamas telah mengadakan pertemuan yang membahas rekonsiliasi di kairo akhir Januari lalu. Namun mereka belum mencapai kesepakatan mengenai persatuan pemerintah atau revisi dari Organisasi Pembebasan Palestina.

Seorang pejabat Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina juga mengatakan bahwa baik Fatah maupun Hamas sama-sama memiliki keinginan yang nyata untuk mengakhiri perpecahan.

Pemungutan suara parlemen terakhir diadakan pada tahun 2006, ketika itu Hamas meraih kekuasaan dan mengakhiri dominasi Fatah. Perang sipil terjadi dan membagi Palestina baik secara geografis maupun politis yaitu Hamas di Gaza dan Fatah di Tepi Barat. 

Sementara itu, Ali Abu Zuhri, salah satu wakil Fatah bertemu dengan Menteri Penerbangan Mesir Wael al-Maaddawi pada Ahad (17/2) membahas kemungkinan penerbangan Mesir-Palestina. 

Duta Besar Palestina untuk Mesir Barakat al-Farra juga menghadiri pertemuan tersebut. Saat ini Palestina memiliki tiga armada dengan nama Palestina Airlines. Mereka beroperasi dari El-Arish (Jerussalem) dan menawarkan layanan charter ke Arab Saudi pada musim haji.

Sebenarnya Palestina memiliki bandara internasional yang berada di Gaza atas prakarsa  Yasser Arafat. Namun sejak Israel melarang penerbangan dari dan ke Gaza serta menghancurkan bandaranya pada serangan tahun 2001. Sampai sekarang bandara tersebut belum bisa beroperasi lagi.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency(MINA)

Leave a Reply