DEMO MESIR BERAKHIR RICUH

Kairo, 3 Rabi’ul Akhir 1434/13 Februari 2013 (MINA) – Unjuk rasa memperingati dua tahun bergulirnya aksi penggulingan Husni Mubarok di Mesir dan sejumlah provinsi lainnya, kemarin malam, berlangsung panas. Bentrokan antar pihak keamanan dan massa pun tidak dapat dihindarkan.

Di Kairo, aksi demo terpusat di dua tempat berbeda, istana presiden dan Tahrir Square. Ratusan massa yang bergerak dari Masjid Robiah al Adawiyah dan Masjid An Nur menuju istana berusaha merangsek masuk dengan merusak pagar berduri dan melempari batu.

Kepala Pusat Media Kementrian Dalam Negeri Mesir mengatakan sejumlah personil polisi tambahan diturunkan untuk menjaga Istana. Demi memukul mundur massa, polisi terpaksa menyemprotkan air dan melepaskan gas air mata. Kantor berita alarabia melaporkan sedikitnya sembilan orang menderita luka ringan akibat bentrokan tersebut.

Sedangkan di Tahrir Square bentrokan terjadi antara demonstran dengan para pekerja. Kantor berita Aljazeera melaporkan aksi unjuk rasa ribuan demonstran menyebabkan para pekerja tidak dapat melakukan aktifitas kerjanya di sekitar Tahrir dan memaksa beberapa pemilik toko menutup tokonya sejak dua hari lalu.  Aksi ini pun menimbulkan amarah di warga.

Di tempat lain puluhan pendemo juga menutup paksa jalur kereta bawah tanah Anwar Sadat dan sebuah jembatan. Kerusuhan antar massa ini menyebabkan sedikitnya dua orang terluka. Selain itu puluhan massa lainnya juga mengepung kantor Jaksa Agung, Talaat Ibrahim, di gedung pengadilan tinggi.

Unjuk rasa juga terjadi di Iskandariah. Ratusan massa membawa spanduk bergambar foto-foto korban tewas dalam aksi-aksi demo sebelumnya. Belum ada laporan jatuh korban dalam unjuk rasa bertema “Senin, Hari Kehendak Rakyat” ini.

Di Ismailiya, ratusan massa Front Penyelamat Nasional, berunjuk rasa dengan memenuhi jalan-jalan umum.

Aksi demonstrasi dalam sebulan terakhir terus memanaskan suhu perpolitikan di Mesir. Massa yang berafiliasi kepada oposisi terus menuntut pemerintah segera membentuk pemerintahan penyelamatan dan membatalkan referendum terhadap undang-undang. Mereka juga menuntut pencopotan Jaksa Agung, Thalaat Ibrahim, dari jabatannya. Bahkan diantara mereka juga menghendaki penggulingan Mursi dari tampuk kepresidenan.

Sementara itu, sumber-sumber kepresiden menyatakan kepada Aljazeera pemerintah Mesir yang dipimpin oleh Hisyam Qondil akan terus berjalan dan tidak akan memenuhi tuntutan oposisi yang menginginkan pembentukan segera pemerintahan penyelematan.(T/R3/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Rate this article!

DEMO MESIR BERAKHIR RICUH,0 / 5 ( 0votes )

Leave a Reply