DEMONSTRAN MESIR BLOKIR AKSES KE PELABUHAN

Mesir, 8 Rabiul Akhir 1434/18 Februari 2013 (MINA) – Ribuan demonstran Mesir memblokir akses ke pelabuhan dan berunjuk rasa di luar gedung-gedung negara di Port Said pada Ahad (17/2) menuntut keadilan atas kematian puluhan orang yang meninggal dalam kerusuhan bulan lalu.

Menurut laporan Ma’an yang dimonitor Mi’raj News Agency (MINA) kekerasan itu dipicu oleh kemarahan atas hukuman mati yang dijatuhkan kepada 21 orang dari Port Said karena keterlibatan mereka dalam bencana stadion sepak bola di kota itu tahun lalu, di mana lebih dari 70 orang  meninggal dunia.

Hari “pembangkangan sipil” pada minggu  digalakan oleh penggemar sepak bola al-Masry Port Said, klub yang telah memainkan pertandingan kandang melawan Al Ahly Kairo ketika bencana stadion terjadi pada Februari 2012.

Saksi mata mengatakan sekitar 3.000 orang ambil bagian dalam protes itu, menuntut hukuman mati bagi mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan 26 Januari yang dipicu oleh  vonis yang dibacakan di Kairo. “Dengan hidup kita, dengan darah kami, kami akan mengorbankan diri kepada Anda syuhada: Entah kita membalas Anda atau kita mati seperti Anda!” teriak mereka.

“Dengan hidup kita, dengan darah kita,  kita akan mengorbankan diri untuk  kalian para syuhada: Entah kita membalaskan dendam untuk kalian atau kita mati seperti kalian!” teriak mereka.

“Pemberontakan ini akan berlangsung selama satu hari dan bisa berlanjut jika panggilan para demonstran ‘untuk  menghukum mati  bagi pembunuh syuhada’ tidak diberikan,” kata Ahmad Mutwalli, seorang aktivis politik di Port Said.

Para pengunjuk rasa juga mengganggu layanan kereta api. Tetapi Jenderal Ahmed Najeeb, kepala Otoritas Umum Port Said, mengatakan protes itu tidak mempengaruhi aktivitas pengiriman di pelabuhan Mediterania itu.

Port Said adalah salah satu dari tiga provinsi dekat Terusan Suez di mana Presiden Mohamed Mursi menyatakan keadaan 30 hari darurat dalam menanggapi kerusuhan bulan lalu.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply