DUBES MEHDAWI: PALESTINA BERADA DALAM KONDISI BAHAYA

 Dubes Palestina       Jakarta, 11 Rabi’ul Akhir 1434 H/21 Februari 2013(MINA) – “Palestina berada dalam kondisi kritis. Tapi itu semua merupakan bagian dari perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaannya,” kata Duta Besar Palestina untuk Indonesia Faris Mehdawi dalam wawancara khusus dengan wartawan Mi’raj News Agency (MINA) di kantornya, Rabu (20/2).

Berikut adalah wawancara selengkapnya:

Bagaimana kondisi terakhir Palestina saat ini ?

        Kalo kita bicara Palestina, kita tidak boleh hanya bicara Tepi Barat dan Gaza. Tapi Palestina adalah kesatuan wilayah sebagaimana ada dalam peta mulai dari Rafah sampai Golan.
        Palestina memang saat ini berada dalam sitiasi sulit. Kami menghadapi multi krisis akibat embargo Israel. Di sektor politik, kami sedang berusaha mempersiapkan pemerintahan transisi dengan mengadakan pemilu dalam beberapa bulan ke depan. Di sektor ekonomi, bisnis di Palestina tidak berjalan normal bahkan bisa dikatakan lumpuh. Hal ini karena Israel menguasai hampir seluruh akses masuk dan keluar jalur perdagangan.
       Sektor infrastruktur juga perlu perhatian serius. Banyak gedung yang rusak dan perlu segera diperbaiki. Di Gaza khususnya, banyak bangunan infrastruktur yang harus segera diperbaiki akibat serangan brutal Israel.
       Masalah polusi juga menjadi  hal yang harus segera diatasi. Kondisi air di Palestina saat ini sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Israel telah mencemari sumber-sumber air kami.

Bagaimana dengan hasil rekonsiliasi Hamas-Fatah yang dilaksanakan pada 19 Februari lalu?

       Kami membicarakan tentang mekanisme pemilu yang akan dilaksanakan tiga atau empat bulan mendatang. Memang kami tahu bahwa perjalanan menuju pemerintahan Palestina berdaulat masih panjang, tapi hal itu akan terus kami lakukan untuk mawujudkan Palestina merdeka dengan pemerintahan yang mendapatkan legitimasi dari masyarakat.
      Fatah dan Hamas akan bertemu sesering mungkin untuk mencapai sebuah kesepakatan bersama. Rekonsiliasi akan berjalan secara berkesinambungan dengan berusaha menghindari perbedaan persepsi dari kedua belah pihak.
      Dalam rekonsiliasi ini, kami tidak ingin banyak berdebat, tapi tujuan utama kami adalah mencapai sebuah kesepakatan yang bisa dilakukan bersama untuk Palestina yang lebih baik.

Bagaimana dengan kondisi rakyat Palestina yang saat ini berada dalam penjara Israel?

       Israel telah melanggar hukum internasional dengan membangun pemukiman di atas tanah Palestina. Masyarakat  internasional tahu bahwa wilayah tersebut berada di bawah pengawasan hukum internasional. Tapi Israel tidak memperdulikan hal tersebut.
       Rakyat Palestina memprotes keras pembangunan itu dan hasilnya mereka ditangkap dan dipenjara tanpa ada alasan yang jelas. Tanpa proses pengadilan dan kapan hal itu akan berakhir, mereka terus meringkuk dalam tahanan.
       Israel berusaha menutup-nutupi fakta tersebut dengan mengatakan di berbagai media internasional bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk menghindari aksi kriminal warga Palestina.
       Para tahanan melakukan aksi mogok makan karena makanan yang diberikan kepada para tahanan diyakini akan memperburuk kesehatan mereka. Selain itu perlakuan Israel terhadap para tahanan juga sangat tidak manusiawi. Oleh karena itu aksi mogok makan adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan oleh para tahanan.

Beberpa sumber mangatakan bahwa Palestina punya masalah dengan pendapatan dan penghasilan negara?

       Ya, sebenarnya kami Memiliki banyak pendapatan negara, mulai dari sektor pajak dan pendapatan lainnya. Tapi hampir semua akses dari pendapatan kami  harus melewati Israel.
       Sebagai contoh, ketika ada barang-barang yang akan masuk atau keluar Palestina, maka mereka harus melewati bandara dan pelabuhan yang dikuasai Israel. Jadi pajak dan cukai barang-barang tersebut dikuasai Israel.
       Jika barang-barang perdagangan tersebut diangkut lewat darat, maka mereka juga harus melewati gerbang-gerbang Israel dengan penjagaan yang sangat ketat.
      Jadi semua pendapatan itu adalah hak kami, tapi itu semua ditahan dan tidak diberikan kepada kami. Akibatnya kami tidak bisa membayar gaji para pegawai pemerintah.
      Baru saja kita dengar para guru di Palestina melakukan aksi demonstrasi menuntut pembayayaran gaji. Sejak bulan November 2012 lalu memang kami belum membayar gaji mereka karena tidak adanya pendapatan yang masuk ke negara.
       Sangat wajar apabila para guru melakukan aksi tersebut. Mereka butuh biaya hidup dan transportasi untuk bekerja sementara pemerintah belum bisa membayar gaji mereka. Ini karena Israel menguasai hampir semua akses masuk dan keluar jalur perdagangan Palestina.

Bagaimana dengan kabar bahwa Presiden AS Barack Obama akan berkunjung ke Tepi Barat. Apa agendanya?

       Barack Obama ingin menawarkan solusi perdamaian baru Palestina-Israel. Tapi kita semua tahu bahwa itu semua akan sulit dilakukan selama Israel tidak mau mematuhi hukum internasional.
       Sebenarnya hubungan Obama dengan Netanyahu sudah tidak lagi harmonis.  Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Obama yang menyebut Netanyahu sebagai seorang pengecut.
       Netanyahu juga secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Mitt Romney yang menjadi rival Obama pada pemilu Amerika 2012 lalu.  Tapi kebijakan Amerika tidak semata-mata ditentukan oleh Obama. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kabijakan politik luar negeri Amerika.
       Jadi walaupun Obama bersebarangan dengan Netanyahu, tapi hubungan bisnis antara kedua negara tetap berjalan. Amerika masih terus saja memberikan dukungannya kepada Israel.

Kabarnya Mesir menutup terowongan-terowongan menuju Palestina. Apakah  hal itu benar?

       Operasional dari terowongan-terowongan itu semua di luar kewenangan pemerintah, baik Palestina maupun Mesir. Jadi pemerintah tidak punya kewenangan dengan hal itu.
        Memang benar ada terowongan yang ditutup. Itu terjadi di daerah Sinai. Tapi masih banyak terowongan-terowongan lain yang tetap beroperasi. Itu semua dilakukan oleh pihak swasta yang menjalankan bisnisnya di wilayah Palestina.
        Sejak dibukanya pintu Rafah oleh pemerintah Mesir, arus barang yang masuk dan keluar Palestina relatif lebih mudah. Barang-barang maupun warga yang ingin bepergian ke luar negeri juga mudah. Dengan dibukanya pintu perbatasan itu, sebenarnya fungsi terowongan menjadi tidak begitu vital lagi.
       Hal ini terjadi setelah Mesir dipimpin oleh Muhammad Mursi. Hubungan Palestina dengan Mesir juga menjadi lebih baik dibawah pemerintahannya. Kami berharap semoga hal ini bisa mempercepat proses kemerdekaan Palestina.

Pertanyaan terakhir, Bagaimana kondisi terakhir Masjidil Aqsa?

       Masjidil Aqsa dalam kondisi yang semakin kritis. Israel sudah selesai membuat terowongan besar di bawah Masjid. Dipastikan ketika ada gempa atau bencana lain, masjid Aqsa akan rubuh dengan sendirinya. Mereka ingin memperlihatkan kepada masyarakat internasional bahwa bencanalah yang menyebabkan robohnya masjid, bukan oleh Israel.
      Warga Jerussalem juga dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka dilarang memperbaiki rumah atau atau membangun sarana lain. Ada pajak yang sangat mahal dan aturan yang sangat ketat untuk bisa membungun atau merenovasi rumah mereka.
      Jika warga Jerussalem ingin bepergian keluar daerah, mereka harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat. Itupun jika sudah keluar Jerussalem, mereka tidak bisa lagi kembali ke tempat asalnya. Ini sungguh situasi yang sangat berat dialami warga Jerussalem. (L/P04/P02/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply