EHUD BARAK : KEJATUHAN ASSAD SUDAH DEKAT

https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=96ba217c9c&view=att&th=13c9fc36bc6a60e4&attid=0.2&disp=inline&realattid=f_hcq3e1ii1&safe=1&zw&saduie=AG9B_P9FqISbrRkEBNfHLw5JSvpE&sadet=1359918959413&sads=5YuQy9IGHcJbbXSIB5nvk856_VMMunich, 22 Rabiul Awal 1434/ 3 Februari 2013 (MINA) – Menteri Pertahanan Israel memprediksi bahwa jatuhnya Presiden Suriah Bashar Assad sudah dekat, dan dia mengatakan bahwa (kejatuhan Assad) ini akan menjadi pukulan besar bagi musuh Israel di kawasan tersebut, Iran.

Ehud Barak pada Ahad (3/2) hadir dalam sebuah konferensi di Jerman, hanya beberapa hari setelah serangan udara Israel yang menurut AS telah menyerang konvoi truk yang membawa senjata anti-pesawat di wilayah Suriah menuju kelompok Hizbullah di Libanon.

Israel belum secara terbuka mengakui bahwa. Barak tidak mengkonfirmasikan hal itu Minggu, tetapi mengatakan “apa yang terjadi di Suriah beberapa hari lalu …” adalah “bukti bahwa ketika kita mengatakan sesuatu yang kita maksud itu -. kita mengatakan bahwa kita tidak berpikir itu harus diizinkan untuk membawa sistem canggih senjata ke Lebanon”.

Memprediksi kejatuhan Assad akan “terjadi waktu dekat,” tambahnya: “Ini akan menjadi pukulan besar bagi Iran dan Hizbullah”.

Di sisi lain Wakil Ketua Kepala Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri mengatakan pada Sabtu (2/2), “Respon Suriah terhadap agresi rezim Zionis (Israel) terhadap negara ini akan membuat rezim ini mengalami koma”.

Dia menambahkan bahwa gerakan perlawanan Islam anti-Israel telah berkonsentrasi untuk melakukan pembalasan melawan agresi Israel tersebut.

Jazayeri mengatakan, para pejabat Amerika dan Israel telah sadar sepenuhnya bahwa menahan diri dari bangsa Suriah pasti tidak akan tak berakhir.

“Pada era baru sekarang ini, para penjahat harus tahu bahwa di balik setiap pukulan mereka, terletak pukulan balasan besar-besaran, yang waktu, tingkat dan besarnya akan ditentukan oleh tekad sebuah negara mencapai kebebasan dan sistem anti-hegemonik”.

Tentara Suriah pada Rabu (30/1) dalam sebuah pernyataan mengatakan, sebanyak dua orang tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan udara Israel di sebuah pusat ilmiah di Jamraya yang terletak sejauh 25 kilometer (15 mil) barat laut dari ibukota Damaskus.

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak Maret 2011. Banyak orang, termasuk sejumlah besar pasukan keamanan telah tewas dalam kekacauan.

Pemerintah Suriah mengatakan kekacauan telah diatur dari luar negeri, dan ada laporan bahwa jumlah yang sangat besar dari para militan pihak oposisi adalah warga negara asing.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply