EKONOMI SYARIAH INDONESIA DAN MALAYSIA PESAT

Jakarta, 6 Rabiul Akhir 1434/16 Februari 2013 (MINA) – Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan Malaysia melaju cukup pesat setiap tahunnya, kata Muhammad Iman Sastra, Ketua Shariah Compliance Group PT Takaful Indonesia, di Jakarta, Sabtu (6/2).

“Hingga saat ini keuangan syariah di Malaysia berkembang pesat, karena publikasi yang terus-menerus dalam forum-forum internasional, bahkan sanggup bersaing dengan ekonomi Inggris,” ujar Iman kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA). 

Menurutnya, perkembangan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah Malaysia, melalui Bank Negara Malaysia sektor pasar modal syariah.

Malaysia juga memiliki banyak infrastruktur yang memadai pada industri perbankan, asuransi dan pasar modal syariah, papar tutor pelatihan perbankan Islami itu.

“Malaysia juga memiliki kerangka regulasi yang lebih modern dan lebih baik dibandingkan negara-negara sekitar seperti Indonesia, Singapura, Filipina, dan lainnya,” tambahnya.

Bahkan, menurutnya, hingga saat ini, pasar bank syariah di Malaysia mencapai kisaran 22-24 persen dari total pasar perbankan nasional mereka.

Selain itu Iman Sastra menambahkan, perkembangan pesat di Malaysia karena didukung Islamic Financial Services Board (IFSB) sebagai lembaga standar internasional yang mengatur regulasi lembaga perbankan dan asuransi syariah sejak 2002. 

“Wajar jika Malaysia menjadi salah satu kiblat industri keuangan syariah di dunia,” ujarnya.

Ekonomi Syariah Indonesia

Perkembangan perekonomian syariah di indonesia terlihat dari perkembangan pasar modal syariah yang terus bekembang seiring berkembangnya investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Iman Sastra, Indonesia  memiliki sistem unik dibandingkan dengan Malaysia dan beberapa negara lainnya. Dari aspek syariah, Indonesia memiliki Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN MUI) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia sangat diharapkan menjadi pemimpin keuangan syariah. Hal ini sering diungkapkan oleh kalangan perbankjan syariah dari negara teluk seperti Oman, Yaman, dan beberapa negara asia lainnya. (L/P010/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply