EMPAT KOMPONEN UTAMA PERLAWANAN SURIAH

 Oleh: Rudi Hendrik

Konflik Suriah sangat menarik perhatian dunia internasional. Proses dari Revolusi Arab di bagian negeri Syam itu memaksa berbagai negara untuk bermain secara rahasia hingga terbuka. Bencana dahsyat yang ditimbulkan dari perang Suriah membuat tegang urat syaraf para petinggi dunia hingga rakyat awam internasional.

Menurut laporan PBB, korban konflik Suriah terakhir sudah mencapai 70.000 jiwa. Namun beberapa pengamat meyakini bahwa korban sudah mencapai 100.000 dengan alasan banyak korban yang tidak terdokumentasi.

Perang yang oleh Barat disebut “Perang Saudara” itu masih menjadi perhatian utama umat Islam setelah isu Palestina, Mesir, Mali dan Rohingya. Hal itu disebabkan begitu pesatnya jumlah korban yang berjatuhan, perbandingannya jumlah korban rakyat Palestina selama 10 tahun dicapai di Suriah dalam waktu tiga tahun saja.

Jutaan pengungsi Suriah yang tersebar di berbagai negara tetangga terancam kelaparan, demikian yang dilaporkan oleh Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP). WFP mengakui kesulitan memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi Suriah yang terus meningkat jumlahnya.

Cerita kekejaman rezim Suriah dalam membantai rakyat yang dianggap oposisi sudah menyebar laksana aroma busuk mayat ke seluruh dunia melalui jaringan internet. Tidak hanya melalu tulisan, gambar dan video, bahkan melalui cerita-cerita dari relawan yang sempat meluangkan hidupnya untuk aksi sosial di daerah konflik Suriah.

Rezim Nushairiyah  Suriah cukup kesulitan dalam menghadapi perlawanan  para kelompok pejuang oposisi. Berita-berita keberhasilan pejuang oposisi dan berita kekejaman pasukan rezim mendominasi pemberitaan dunia maya dan media cetak. 

Dilihat dari peta kekuatan perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad, ada empat kekuatan pejuang oposisi yang melawan pemerintahan otoriter tersebut:

1. Jabhah Nushrah

Laporan lapangan itu menyimpulkan bahwa kelompok jihad yang paling kuat, paling aktif, paling berpengaruh dan paling keras menghantam militer rezim Suriah adalah kelompok mujahidin Jabhah Nushrah. Jabhah Nushrah diakui secara luas sebagai kelompok jihad yang paling banyak bertahan di front-front pertempuran, paling dipercaya, paling bersih dan paling adil.

Jabhah Nushrah merupakan kelompok yang paling terkenal dan paling meraih dukungan publik. Jabhah Nushrah menjadi bahan pembicaraan dan tulisan masyarakat luas.

Di sisi lain Jabhah Nushrah merupakan kelompok jihad yang paling menjauhi media massa umum, paling aktif melakukan operasi serangan, paling keras menghantam militer rezim Suriah, operasinya dilingkupi oleh kerumitan dan nyaris kerahasiaan sempurna.

Anggota kelompok ini mayoritas berasal dari mujahidin asing seperti Irak, Checnya, Afghanistan, Yaman, Mesir, Libya, Aljazair, Somalia dan negara-negara lain. Sebagian kecil warga Suriah. Ideologi mereka adalah Islam yang berfaham ahlusunnah wal jamaah berasal dari kelompok Imarah Islamiyah Irak, Mujahidin Kaukasus, kelompok Syeikh Abu Bakar Al Baghdadi. Mereka berbasis di kawasan Dir Zur, Damaskus, dan Aleppo.

2. Free Syrian Army (FSA)

Kelompok ini beranggotakan mayoritas warga asli Suriah dari kalangan rakyat dan mantan tentara Assad yang membelot. Kelompok ini adalah gabungan dari grup-grup (katibah) kecil yang dibentuk secara swadaya oleh rakyat Suriah di masing-masing daerah konsentrasi perang. Mereka tersebar di berbagai wilayah Suriah.

Ideologi kelompok ini  terdiri dari nayoritas Ahlusunnah wal jamaah, sebagian kecil berpaham nasional sekuler. Mereka merupakan afiliasi dari tokoh DR. Umar Hudzaifah, Syaikh Anas ‘Airud dan tokoh Ikhwanul Muslimin faksi Sa’id Hawa.

Beberapa grup yang berafiliasi dengan FSA antara lain: Liwa’ Attauhid di Aleppo, Katibah Ahfad Abu Bakar Assiddiq di Banyas, Liwa’ Ahbabullah di Latkia, Katibah Hamzah Ibnu Abdil Muthalib di Jabal Akrod, dan lain-lain.

3. Ahror Biladusy Syam

Kelompok ini merupakan aliansi dari grup-grup (katibah) kecil yang berlatar belakang harakah salafi. Basis mereka tersebar di seluruh Suriah. Mereka berasal dari mujahidin asing seperti dari Saudi Arabia, Kuwait, Mesir, Yaman, Libya, Bosnia, Inggris, dan negara lain. Sebagian kecil rakyat Suriah.

ABS adalah afiliasi dari tokoh Suriah anti Syiah, yaitu Syaikh Adnan Ar Uur dan tokoh-tokoh salafi Timur Tengah lainnya. Contoh beberapa grup yang tergabung dalam aliansi ini adalah Katiba Abu Bashir, Katiba Ar Uur dan lain-lain.

4. Kelompok kecil yang tidak beraliansi

Kelompok-kelompok kecil yang tidak beraliansi di antaranya adalah milisi-milisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah di distrik tertentu, milisi-milisi Kristen dan juga milisi-milisi nasionalis sekuler yang sangat kecil jumlahnya.(T/P09/R2).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply