FATAH-HAMAS LANJUTKAN AGENDA REKONSILIASI

Bethlehem, 4 Rabi’ul Akhir 1434 H/14 Februari 2013(MINA)- Delegasi Fatah dan Hamas dijadwalkan bertemu kembali di Kairo, Selasa (19/2) mendatang untuk melanjutkan agenda rekonsiliasi yang telah disepakati sebelumnya.

Pejabat Fatah, Sakhr Bseiso mengatakan kepada Ma’an Rabu(13/2), kedua faksi bertemu di Kairo sehari setelah Komisi Pemilihan Umum Palestina selesai mendata warga peserta pemilu Palestina.

“Kedua faksi bertemu membahas kelanjutan rekonsiliasi, dan membahas kesepakatan pembentukan pemerintah persatuan Palestina,” kata Bseiso.

Di tempat lain, Ismail Haniya berharap, pertemuan lanjutan menghasilkan terobosan dalam percepatan kemerdekaan Palestina yang didambakan rakyat Palestina sendiri dan masyarakat internasional.

Menurut iformasi, proses pendaftaran pemilih selesai Senin (18/2), dan pemilu dilaksanakan tiga bulan kemudian.

Pemilu Palestina terakhir diadakan akhir 2006 untuk memilih wakil-wakil parlemen Palestina. Ketika itu Hamas unggul atas Fatah.

Data Komisi Pemilihan Palestina menyebutkan, Hamas waktu itu meraih 76 kursi dari 132 kursi, atau sekitar 57%, sedangkan Fatah memperoleh 43 kursi sekitar 43%. Namun faktanya, Hamas tidak pernah diberi kesematan untuk memerintah di wilayah Palestina. Pemerintahan Palestina pun terbagi dua yaitu Hamas di Jalur Gaza dan Fatah di Tepi Barat. 

Wacana pemilu Palestina sempat diagendakan Juli 2011, lalu mundur lagi Oktober 2011. Namun keduanya batal terlaksana. Presiden Palestina Mahmud Abbas beralasan menunda pemilu tanpa batas waktu, dan lebih focus pada upaya rekonsiliasi internal Palestina.

Rekonsiliasi di lapangan terlihat dengan kebijakan Hamas mengizinkan Fatah merayakan milad ke-48 di Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, pada 1 Januari 2013. Sebelumnya, Fatah mengizinkan Hamas merayakan Milad ke-25 di Tepi Barat pada 13 Desember 2012.

Rekonsiliasi kali ini, diagendakan mengadakan pemilu bersatu yang demokratis dan kredibel demi terwujudnya negara Palestina yang merdeka seutuhnya.

Namun, upaya rekonsiliasi dan rencana pemilu itu mendapat tekanan dari Israel. Kolumnis Koran Maarev, Oded Tera mengungkapkan, Israel ketakutan Hamas mengambil kendali di Tepi Barat jika menang pemilu. (T/P04/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply