FEDERASI WARTAWAN INGATKAN ISRAEL ATAS KEKERASAN WARTAWAN

ISRAELKairo, 15 Rabiul Akhir 1434/25 Februari 2013 (MINA) – Federasi Jurnalis Arab (FAJ) meminta semua organisasi internasional pencari kebebasan untuk ikut andil dalam menghentikan pelanggaran Israel terhadap para wartawan di Palestina.

Dalam pernyataannya, Federasi itu menuntut Israel untuk menghentikan kekerasan terhadap para jurnalis.  “Hal itu merupakan bagian dari kejahatan kemanusiaan dan mereka melanggar undang-undang kebebasan pers,” ungkap salah satu anggota federasi yang tidak mau disebutkan namanya.

Federasi tersebut juga menyerukan kepada para wartawan yang berada di Palestina atau di daerah konflik lainnya untuk segera memberitahukan kepada rekan-rekan wartawan di negara lain apabila terjadi pelanggaran dan penangkapan terhadap dirinya. Hal itu akan bisa menekan Israel untuk menghentikan kekerasan dan melepas wartawan tanpa syarat apabila ia ditahan.

Jika Israel terus saja melakukan kekerasan terhadap para wartawan, maka itu akan menjadi boomerang bagi kehancuran Israel kedepannya. Pada Kamis (20/2) lalu, Israel telah menangkap dan memenjarakan dua wartawan Palestina, Amir Abu Arafah dan Muhammad Sabanah. Mereka ditangkap Israel di Ramallah.

Direktur pengawas media Palestina, Mada Mousa Rimawi, mengatakan bahwa Israel telah menahan para wartawan palestina yang berlangsung selama puluhan tahun, sedikitnya 27 wartawan Palestina telah ditahan Israel dalam dua tahun terakhir.

Dia juga mengatakan bahwa wartawan juga menjadi target kekerasan oleh tentara Israel apabila terjadi demonstrasi di Palestina selain para pengunjuk rasa. Hal itu merupakan upaya Israel menyembunyikan informasi kejahatan yang telah mereka lakukan.

Pada akhir tahun 2012 lalu. Israel juga telah menghancurkan gedung wartawan yang ada di Gaza. Sedikitnya 3 wartawan yang sedang berada di gedung tersebut meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

Dalam Agresi 8 hari di Gaza itu, Israel juga meroket sebuah mobil yang berisi dua juru kamera al-Aqsa TV, yaitu Hossam Mohamed Salamah (30) dan Mahmoud Ali Al-Komi (30).  Serangan Israel lainnya juga membunuh seorang direktur Al-Quds TV, Mohammed Mousa Abu Eisha (24), ketika pesawat tempur Israel membom mobilnya di kota Deir al-Balah.

Pada hari yang sama, Israel juga menargetkan Komplek kementerian di daerah Abu Khadra, Gaza City. Enam roket telah ditembakkan, salah satunya menargetkan menara Alja dekat kantor Al -Jazeera, menyebabkan kerusakan bangunan yang besar.

Mereka juga membombardir, Menara Nea’meh yang terletak di Jalan Al Wahda di lingkungan Alrimal, yang juga menyebabkan kerusakan serius pada kantor Kantor Berita  Perancis  (APF) yang terletak di menara tersebut. Kondisi itu, menyebabkan sebagian besar kantor pers di Gaza tidak bisa beroperasi lagi hingga saat ini. (T/P04/R2).

Mi’raj NewsAgency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply