HAMAS DAN FATAH BENTUK KOMITE REKONSILIASI BARU

Gaza, 27 Rabiul Awal 1434/8 Februari 2013 (MINA) – Faksi Palestina yang berseteru dari Hamas dan Fatah, Rabu sepakat untuk membentuk sebuah komite baru menindaklanjuti semua masalah rekonsiliasi dan mempercepat kerja dari komite terkait lainnya.

Anggota komite eksekutif PLO, Azam Al-Ahmad mengatakan bahwa mereka telah membahas dan mengevaluasi rekomendasi dari pertemuan sebelumnya yang dicapai sampai saat ini. Al-Ahmad, yang merupakan utusan Fatah mengarah pada diskusi rekonsiliasi Palestina, mengatakan bahwa ia dan Hamas wakil pemimpin Mousa Abu-Marzouq dan sejumlah pejabat Mesir yang akan menjadi anggota komite baru bertugas mencari solusi bagi masalah yang menghalangi proses rekonsiliasi.

Pemimpin dari kedua kelompok itu bertemu secara resmi pekan ini di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) Ke-12 di Kairo.

Ia menegaskan, rapat pimpinan yang diselenggarakan pada Jumat untuk menetapkan agenda dan kerangka waktu untuk rekonsiliasi akan dipimpin oleh Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas.

MEMO, melaporkan perwakilan senior PLO, Hamas dan Jihad Islam memiliki pertemuan rutin dengan setiap pejabat di Mesir, tambah Al-Ahmad. Abu Marzouq, menambahkan, Hamas telah meminta bantuan biaya dari Liga Arab untuk merekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat perang 2008/2009 lalu. Saat itu, Israel telah menghancurkan berbagai fasilitas sehingga warga Palestina mengalami kesulitan yang tak terkirakan.

Bantuan Liga Arab

Beberapa waktu lalu, negara-negara Arab yang tergabung dalam Liga Arab sepakat untuk memberi paket bantuan “jaring pengaman keuangan” senilai 100 juta dolar per bulan untuk Palestina dalam mengatasi krisis ekonomi pasca pengakuan PBB atas status negara itu.

Keputusan itu menyusul respon Israel yang memerintahkan pembangunan 3.000 rumah baru di wilayah Tepi Barat yang mereka duduki serta penghapusan distribusi pajak yang akan digunakan untuk membayar tunggakan listrik Palestina setelah pengakuan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terhadap Palestina.

Dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan di Doha, Minggu, para menteri luar negeri negara Arab meminta agar resolusi yang disahkan dalam Pertemun Negara Arab di Baghdad Maret lalu tentang pemberian bantuan senilai 100 juta dolar per bulan bagi Palestina segera diimplementasikan.(T/P-08/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply