HANIYAH: PALESTINA TIDAK AKAN MENYERAH SAMPAI HAKNYA KEMBALI

Gaza City, 25 Rabiul Awal 1434/6 Februari 2013 (MINA) – Palestina tidak akan pernah menyerah dalam memperjuangkan hak para pengungsi Palestina untuk dapat kembali ke tanah air mereka, Perdana Menteri Ismail Haniyah mengatakan Senin (4/2).

“Mereka yang meninggalkan kampung halamannya karena pengusiran oleh penjajah Israel, harus mendapatkan haknya kembali. Kami akan berjuang untuk mengembalikan pengungsi. Saya katakan bahwa saya dari Asqalan, dan saya akan kembali ke kampung halaman saya,” kata Haniyah di sebuah acara dalam menyambut para aktivis solidaritas untuk Palestina.

Sekitar 150 aktivis tiba di Palestina sebagai bagian dari konvoi bantuan untuk rakyat Palestina. Haniya mengatakan bahwa itu adalah  bukti blokade Israel dapat ditembus.

Haniyah mengatakan Israel menyerang Gaza untuk menghilangkan bukti-bukti sejarah kejahatannya. Dengan mengeluarkan keterangan-keterangan dustanya untuk mengelabui masyarakat internasional bahwa apa yang dilakukannya sebagai bentuk pertahanan diri dari musuh-musuhnya.

Sejak Hamas memegang kekuasaan di Jalur Gaza pada tahun 2007, sejak itu Gaza berhasil mempertahankan diri dari penjajahan Israel. “Rakyat Gaza berusaha melancarkan perlawanan terhadap Israel dan pada tahun 2008 kemenangan lain dibuat dalam bentuk kesepakatan pertukaran para tahanan,” kata Haniyah.

Sementara itu, koordinator aktivis untuk Palestina Issam Yousif mengatakan konvoi dilaksanakan dengan melakukan perjalanan ke Gaza. Dia menambahkan bahwa aktivis dari Bahrain, Aljazair, Libya, Yordania, Sudan, Indonisia, Lebanon, Arab Saudi dan Kanada telah bergabung dengan kelompok kami.

Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah berlangsung selama 31 tahun ketika tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).

Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Hal ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman setiap orang mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.(T/P04/R2).

Miraj News Agency(MINA)

Leave a Reply