HASIL OTOPSI, SEORANG TAHANAN PALESTINA DISIKSA HINGGA MATI

Arafat Jaradat Meninggal Saat diinterogasi di penjara IsraelRamallah, 15 Rabiul Akhir 1434/25 Februari 2013 (MINA) – Menteri urusan Tahanan Palestina, Issa Qaraqe, melaporkan laporan otopsi dari kematian seorang tahanan Palestina, Arafat Jaradat, membuktikan bahwa tahanan meninggal akibat penyiksaan keras bukan karena serangan jantung sebagaimana klaim yang diumumkan penjajah Israel.

Hasil otopsi yang dilakukan di ‘Fasilitas Forensik Abu Kabir’ membuktikan, tanda-tanda jelas terlihat pada tubuh Jaradat akibat penyiksaan seperti luka memar, lecet dan gumpalan darah pada kulit di bagian belakang tubuhnya, terutama mengenai saraf tulang belakang, leher dan bahu kirinya. Tanda-tanda penyiksaan juga terlihat adanya luka memar di bagian samping kiri dada, mulut dan wajah.

Dalam konferensi pers bersama, dengan kepala Komunitas Tahanan Palestina (Palestinians Prisoners Society/PPS), Qaddoura Fares yang diadakan di pusat kota Ramallah, Tepi Barat, Ahad malam (24/2) Qaraqe mengatakan, otopsi juga mengungkapkan bahwa jantung dan pembuluh darah Jaradat dalam keadaan sehat, di samping fakta bahwa tidak ada tanda-tanda serangan jantung.

Fakta tersebut menepis klaim penjajah Israel yang melaporkan, Jaradat meninggal karena serangan jantung .

“Dr. Saber Al-Aaloul akan merilis laporan komprehensif pada Senin ini, “tambah Qaraqe.

Qaraqe menegaskan, kematian Jaradat adalah kejahatan perang yang dilakukan terhadap tahanan Palestina dan Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya.

Sementara itu, menurut Sumber dari keluarga  Arafat Jaradat menegaskan, Jaradat dibunuh akibat penyiksaan. Keluarga Arafat mengkonfirmasikan adanya luka memar dan gumpalan darah di berbagai bagian tubuh Arafat.

 “Ada luka memar dan gumpalan darah di berbagai bagian tubuh saudaranya akibat pemukulan dan penyiksaan selama interogasi, bertentangan dengan klaim penjajah Israel bahwa ia (Jaradat) meninggal karena serangan jantung,” kata salah seorang keluarga Arafat, Muhammad yang dilaporkan Palestine Information Center (PIC).

Arafat Shalish Shahin Jaradat, 30 tahun, berasal dari lingkungan Sa’ir, Hebron utara. Jaradat ditangkap pada tanggal 18 Februari 2013 karena dicurigai terlibat dalam aksi pelemparan batu pada tentara panjajah Israel. Para pejabat Israel menuduh seorang ayah dari dua anak itu, meninggal karena serangan jantung di penjara penjajah Israel Majedo, Sabtu malam (23/2).

Aksi Solidaritas untuk Kematian Jaradat

Aksi Solidaritas untuk Kematian Arafat JaradatKematian Jaradat telah memicu kemarahan rakyat Palestina, aksi turun ke jalan dilakukan di berbagai wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat. Pasukan penjajah Israel telah berada dalam siaga tinggi.

Bentrokan sengit pun meletus dengan pasukan penjajah Israel yang mencoba untuk menutup pos pemeriksaan keamanan antara kota-kota di Tepi Barat.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan saat aksi turun ke jalan di salah satu lapangan di Kota Gaza, Ahad (24/2), gerakan perlawanan Hamas akan melakukan segala cara untuk membebaskan semua tahanan Palestina berada di penjara-penjara Israel.

Sementara itu, Dr. Atallah Abu Subbah, Menteri urusan penjara Palestina, menyerukan gerakan perlawanan Fatah yang mendominasi di wilayah Tepi Barat untuk kembali pada pilihan perlawanan dan melepaskan pejuang perlawanan untuk mencegah aktivitas penjajahan dan menghentikan kejahatan yang dilakukan penjajah Israel terhadap tahanan Palestina.

“Penculikan tentara penjajah Israel adalah cara yang paling sukses untuk membebaskan para tahanan Palestina dari penjara-penjara penjajah Israel, ha itu menunjukkan bahwa negosiasi yang selama ini dilakukan sia-sia dan tidak memberikan apa-apa bagi tahanan dan masalah Palestina lainnya,” tegas Subbah.

Disamping itu, juru bicara gerakan tawanan Palestina, Mazen Fuqaha, memperingatkan kemungkinan adanya kematian tahanan lain di bawah keheningan masyarakat internasional mengenai setiap pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan penjajah Israel.

Ia menyerukan intervensi mendesak untuk menyelamatkan nyawa para tahanan yang melakukan mogok makan yang sedang menderita di penjara-penjara penjajah Israel.

“Penjajah Israel menghalangi para tahanan Palestina untuk memperoleh hak-hak dasar mereka. Rakyat Palestina harus memulai perlawanan rakyat (Intifadah) baru untuk mendukung para tawanan Palestina,” seru Fuqaha. (T/P02/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply