HRW KUTUK SERANGAN 8 HARI ISRAEL KE GAZA

Gaza, 4 Rabiul Akhir 1434/14 Februari 2013 (MINA) – Lembaga pengamat hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW) mengutuk Israel karena melakukan pelanggaran perang selama serangan delapan hari ke Gaza pada tahun 2012.

“Pasukan Israel terlalu sering melakukan serangan udara yang menewaskan warga sipil Palestina dan menghancurkan rumah-rumah di Gaza tanpa dasar hukum yang jelas,” ungkap direktur HRW untuk urusan Timur Tengah, Sarah Leah Whitson.

Organisasi internasional tersebut melakukan penyelidikan lapangan pada serangan tersebut dan tidak menemukan bukti apapun tentang pejuang Palestina, persenjataan, atau tujuan militer yang  jelas pada saat serangan itu.

Lembaga tersebut mengungkapkan, seseorang atau kelompok yang sengaja memerintahkan atau mengambil bagian dalam serangan yang menargetkan warga sipil atau objek lain harus bertanggung jawab atas kejahatan perang. Dalam laporannya, HRW mengatakan bahwa rudal Israel telah menargetkan warga sipil dan beberapa obyek sipil, seperti rumah dan kebun pertanian, tanpa tujuan militer jelas.

Menurut hukum perang internasional, hanya sasaran militer seperti pasukan perang yang bisa memberikan dampak dalam perang tersebut yang bisa menjadi target serangan, bukan warga sipil.

HRW mencatat, sebanyak 18 serangan udara Israel telah melanggar aturan perang internasional dengan menewaskan sedikitnya 43 warga sipil Palestina, termasuk di antaranya 12 anak-anak.

Lembaga yang bermarkas di New York tersebut telah mengirimkan rincian penyelidikan untuk militer Israel pada 14 Januari lalu menuntut untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai serangan tersebut. Namun HRW tidak menunggu jawaban dari Israel mengenai laporan tersebut.

Kelompok tersebut menyebutkan, Israel tidak bisa memberikan penjelasan mengenai beberapa serangan lain yang sebelumnya didokumentasikan oleh HRW.

Selama 14 – 22 November 2012, Israel melancarkan serangan mematikan di Gaza yang menewaskan lebih dari 160 warga Palestina dan melukai sekitar 1.200 orang. Serangan tersebut juga telah menewaskan seorang komandan militer Izzuddin Al- Qassam, Ahmed Ja’bary.

Gaza telah diblokade sejak Juni 2007 dan telah menyebabkan penurunan standar hidup, tingkat pengangguran yang meningkat drastis, dan kemiskinan yang menjalar ke seluruh wilayah pantai tersebut.(T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply