INDONESIA PRIHATIN UJI COBA NUKLIR KORUT

JAKARTA, 3 Rabiul Akhir 1434/13 Februari 2013 (MINA) – Menyikapi uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan di Jakarta, Selasa (12/2), bahwa pemerintah Indonesia sangat prihatin atas hal itu,. 

“Pemerintah Indonesia sangat prihatin bahwa Korea Utara melakukan uji coba nuklir, “ kata  Marty dalam pernyataan persnya di Kementerian Luar Negeri.

Korut mengaku, melakukan ujicoba nuklir ketiga, Selasa (12/2). Ujicoba dilakukan di bawah tanah, disebut-sebut menggunakan bom lebih kecil dan ringan. Namun lebih dahsyat ketimbang uji nuklir tahun 2006 dan 2009. Uji nuklir Korut juga memicu gempa bumi berkekuatan 4,9 skala richter menurut laporan The United States Geological Survey (USGS).

USGS adalah badan riset ilmiah pencari data di Amerika Serikat yang mempelajari sumber daya alam, bencana alam, termasuk mendata catatan gempa.

Meskipun mendapat kecaman berbagai pihak untuk tidak melakukan uji coba tersebut dan adanya kewajiban mematuhi resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB nomor 1718 (2006), 1874 (2009) dan 2087 (2013) , namun Korut  tetap melakukan uji coba yang kemudian mendapat kecaman dari berbagai negara dunia dan juga DK PBB.

“Tindakan tersebut patut dikecam, karena berisiko memperluas senjata pemusnah massal dan berpotensi menciptakan ketidakstabilan kawasan, ini tidak dapat diterima,” kata Marty.

Menurut Marty, pada tahapan kritis ini, sangat penting bagi semua pihak menahan diri dari berbagai aktivitas yang berdampak buruk terhadap perdamaian dan stabilitas. 

“Sangat penting mengedepankan diplomasi dan dialog dalam upaya memastikan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea,” ujarnya.

Ia menyeru segera dimulainya kembali perundingan enam negara (Six Party Talks) dan berbagai mekanisme dialog lainnya, termasuk ASEAN Regional Forum (ARF),” tambah Marty dalam pernyataannya.

Six Party Talks, merupakan serangkaian perundingan terdiri dari enam negara, yaitu : China, Jepang, Korea Utara, Rusia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Negara tetangga Korea Utara, Korea Selatan bulan ini menjabat sebagai Ketua Sidang Dewan Keamanan (DK) PBB.

Korsel langsung mengagendakan digelarnya rapat darurat 15 negara anggota DK PBB Selasa pagi (12/2) waktu setempat.

Salah seorang diplomat negara barat yang enggan disebutkan namanya berharap DK PBB secara mufakat mengeluarkan pernyataan mengutuk ujicoba nuklir Korut dan langkah-langkah lainnya.

“Amerika Serikat, Korsel dan negara-negara Eropa ingin diterapkannya kembali sanksi baru bagi Korut karena melanggar resolusi PBB,” kata sumber tersebut. (T/P09/R1).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply