ISRAEL AKUI KEMATIAN TAHANAN X

 Tel Aviv, 5 Rabiul Akhir 1434/15 Februari 2013 (MINA) – Israel akhirnya mengakui bahwa mereka telah memenjarakan seseorang yang dilaporkan Australia sebagai agen Mossad yang kemudian dikabarkan bunuh diri di sel isolasi lebih dari dua tahun lalu.

Tel Aviv terpaksa mengakui pada Rabu (13/2) bahwa pria yang disebut sebagai ‘tahanan X’ telah dipenjara dengan identitas palsu dengan dalih alasan keamanan. Israel mengakui hal itu setelah media Australia berhasil melacak identitas korban meskipun Israel berupaya untuk menutupinya dari sorotan media.

Pada Selasa (12/2) Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan bahwa “tahanan X” itu bernama Ben Zygier.  Ia dikabarkan gantung diri di dalam penjara dekat Tel Aviv pada akhir 2010 lalu.

Ben Zygier lahir di Melbourne, 34 tahun lalu dengan kewarganegaraan ganda Australia dan Israel. Ia bekerja sebagai agen mata-mata Israel Mossad, seperti di laporkan kantor berita ABC. 

Zygier direkrut agen intelejen Israel, Mossad, dan memiliki nama alias Ben Alon. Sementara Kementerian Luar Negeri Australia mengkonfirmasi, Zygier memiliki paspor Australia dengan nama Ben Allen. 

Ia diketahui menikah dengan seorang wanita Israel dan memiliki dua anak. Mereka tinggal di Ra’anana, sebuah kota di utara Tel Aviv yang memiliki populasi besar imigran dari negara-negara Barat.

Mahkamah Agung Israel menyatakankan bahwa sesuai penyelidikan ekstensif yang dilakukan pemerintah Israel selama lebih dari enam minggu bahwa Zygier mati bunuh diri. Saat itu ia berada di sel setelah divonis penjara selama 18 tahun oleh pengadilan. 

Bagaimanapun, sebelum kasus ini terbongkar, Israel berusaha agar kasus ini tidak diketahui masyarakat internasional.

Menurut laporan dari ABC, Zygier adalah tahanan yang tidak boleh menerima pengunjung dan sangat tertutup dari dunia luar selama berada dipenjara. Laporan lain juga menunjukkan bahwa kurir penjaga pun tidak tahu identitasnya.

“Mengapa ia diisolir? Apakah ada indikasi ia melakukan pengkhianatan terhadap Israel,” demikian kutip Maan.

Greg Sheridan, editor sebuah surat kabar Israel mengatakan, “Jika ia adalah seorang agen Mossad yang berakhir di sebuah penjara Israel, maka ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan Zygier”.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr juga mengakui bahwa pemerintah Australia telah mengetahui bahwa ada warganya yang ditahan oleh Israel pada tahun 2010 atas pelanggaran keamanan. Namun, Carr baru angkat bicara setelah berita kematian Zygier diungkap oleh media.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency(MINA)

Rate this article!

Leave a Reply