ISRAEL BAYARKAN PAJAK 350 JUTA SHEKEL KEPADA PALESTINA

Tel Aviv, 27 Rabiul Akhir 1434 /27 Februari 2013 (MINA) – Pusat informasi Timur Tengah (IMEMC) Sumber media Israel melaporkan bahwa Israel telah metransfer 350 Juta Shekel (mata uang Israel) atau setara dengan Rp. 911 Miliar kepada pemerintah Palestina. Uang tersebut adalah pajak pendapatan Palestina yang sengaja ditahan oleh Israel.

Jumlah tersebut adalah total dana pajak pendapatan Palestina yang sudah dipotong  77 Miliar Shekel sebagai pembayaran utang Palestina kepada perusahaan air minum Israel.

Israel memungut  uang pajak Palestina di perbatasan tepi barat yang saat ini mereka kuasai. Semua akses perdagangan yang akan masuk atau keluar dari Tepi Barat yang melewati perbatasan itu harus membayar pajak kepada Israel.

Sementara itu, seorang pejabat senior di Kementerian Keuangan Palestina melaporkan bahwa Israel mengumpulkan uang dengan mengatasnamakan pemerintah Palestina. Ada sekitar 500 Juta pendapatan pajak per bulan yang di terima Israel dari perbatasan tersebut.

Sebelum pajak pendapatan itu ditahan , Israel memotong 100 juta Shekel per bulannya tanpa berkonsultasi dulu dengan pemerintah Palestina, ungkap pejabat tersebut.

Dia menyatakan lebih lanjut bahwa Israel memotong pajak tersebut dengan alasan untuk membayar utang-utang Palestina kepada Israel. Selain alasan itu mereka juga menambahkan bahwa pemotongan pajak itu untuk membiayai para tahanan Palestina yang saat ini berada di penjara Israel, membayar perawatan medis warga Palestina yang dirawat di rumah sakit Israel, disamping juga untuk kompensasi peradilan Israel yang mengadili pelanggaran warga Palestina.

Saat ini masalah pajak pendapatan menjadi issue yang menyebabkan terjadinya krisis di Palestina. Ahmad al-Hilou, direktur pajak bea cukai dan PPN Palestina mengatakan bahwa Israel seharusnya mentransfer pendapatan pajak warga Palestina. Uang gaji pegawai dan guru belum dibayar sejak November 2012 lalu.

Sementara itu Ahmad mengatakan bahwa pada 28 Febuari mendatang delegasi Palestina akan bertemu dengan para pejabat Israel untuk membahas tentang pendapatan pajak Palestina.

Penahanan pajak yang dilakukan Israel sebenarnya sudah diakui oleh PBB sebagai negara non-anggota pada bulan November lalu. Semua sekolah di Tepi Barat ditutup dan para guru melanjutkan mogok mengajar untuk memprotes keterlambatan pembayaran gaji tersebut.

Para guru saat ini juga masih melakukan mogok .  Hal ini juga dikarenakan petugas kesehatan hanya akan melayani dalam keadaan darurat  saja di rumah sakit dan pusat kesehatan. 

Sementara itu, para pekerja sektor publik pun belum mendapat gaji hampir lima bulan. Untuk mengatasi hal ini, maka pemerintah berinisiatif akan meningkatkan pendapatan listrik dan air dalam jangka setahun.

Israel sebelumnya telah membekukan pembayaran pajak Palestina, dimana sebelumnya Israel telah membekukan pembayaran pajak Palestina selama masa diplomasi. Selain itu, Israel juga memprovokasi pihak internasional agar mengecam pihak yang telah memberikan keanggotaan Palestina secara penuh dalam PBB.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply