ISRAEL DAN AS EKSPLORASI MINYAK DI GOLAN

Tel Aviv, 13 Rabi’ul Akhir 1434/23 Februari 2013 (MINA) – Israel telah mengambil keuntungan dibalik  krisis Suriah dengan mengundang sebuah perusahaan energi AS untuk mengeksplorasi ladang-ladang minyak di Dataran Tinggi Golan dalam upaya untuk memantapkan cengkeramannya di daerah tersebut.

Menurut sumber dari Press TV seperti yang di terima MINA mengatakan bahwa keputusan untuk menerbitkan izin eksplorasi minyak pertama di Dataran Tinggi Golan kepada New Jersey,  sebuah perusahaan baru A.S setelah Israel memilihnya untuk melakukan eksplorasi minyak dan gas di daerah tersebut.

Para Pengamat mengatakan langkah tersebut dilakukan Israel melalui menteri Pembangunan Nasionalnya, Uzi Landau, yang menyatakan bahwa Dataran Tinggi Golan tidak akan dengan mudah dikembalikan ke Suriah.

“Sekarang adalah waktu yang tepat bagi Israel untuk menguasai dataran tinggi Golan karena militer Suriah tidak akan bisa menghentikan Israel. Mereka masih sibuk dengan urusan dalam negeri, sehingga tidak akan dapat membahayakan Israel”, kata seorang analis politik Israel Yaron Ezrahi. Dia menambahkan, “Ini adalah sebagian dari taktik Israel untuk untuk bisa menguasai Golan sesuai dengan komitmennya sejak dulu”.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam tragedi Perang Enam Hari pada tahun 1967, ketika itu Israel juga menguasai Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pencaplokan Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981 oleh Israel itu tidak pernah mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional dan hal itu merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Israel juga telah mencaplok Tepi Barat dan terus memperluas pembangunan pemukiman ilegal disana, meskipun akhirnya mereka menarik pasukannya dari Jalur Gaza pada tahun 2005.

Krisis Suriah dimulai pada Maret 2011 dan sampai sekarang tidak kurang dari 70.000 rakyat Suriah dan sejumlah pasukan keamanan telah tewas dalam perang saudara itu. Pemerintah resmi Suriah mengatakan bahwa kekacauan yang terjadi di negerinya telah diatur dari luar negeri, dan ada laporan bahwa banyak dari para oposisi adalah warga negara asing.(T/P04/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply