ISRAEL HANCURKAN RUMAH PENDUDUK PALESTINA DI AL-QUDS

Al-Quds (Yerusalem), 25 Rabiul Awal 1434/6 Februari 2013 (MINA) – Dalam rangka membangun dan memperluas pemukiman ilegal Yahudi, penjajah Israel telah melakukan penghancuran rumah penduduk Palestina dan fasilitas umum lainnya di lingkungan Al-Quds (Yerusalem).

Buldoser dari penjajah Israel menghancurkan sebuah rumah di daerah Al-Ashqariyeh di kawasan Beit Hanina, Al-Quds Utara, dengan dalih ‘pembangunan tanpa memperoleh izin’, Selasa (5/2).

“Buldozer Israel, dilindungi oleh polisi Israel, memasuki daerah tersebut saat fajar, mengepung rumah. Mereka memberikan waktu 10 menit bagi keluarga beranggotakan enam orang untuk meninggalkan rumah sebelum penghancuran dilakukan,” kata pemilik Ibrahim al-Kiswani seperti dikutip WAFA yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA), Rabu dini hari (6/2).

Kiswani mengatakan, sebelumnya ia telah membayar lebih dari $ 160.000 (sekitar 1,5 M Rupiah) dengan mencoba untuk mendapatkan izin bagi rumah seluas 170 meter persegi dimana dia, istri beserta empat anaknya berusia antara 8 hingga 12 tahun tinggal.

Seorang anak Kiswani berusia 10 tahun mengatakan, “Saya sangat sedih karena pasukan Israel menghancurkan rumah dimana kami dibesarkan tanpa memberikan kami kesempatan untuk mengeluarkan barang-barang, pakaian dan komputer yang kami gunakan untuk memperoleh kebahagiaan dan sekolah.”

Penghancuran Sebuah Apartemen di Al-Quds

Sementara itu, Para pegawai pemerintah kota Israel Yerusalem Barat menyerahkan surat pemberitahuan penghancuran bagi sejumlah penduduk Palestina pada sebuah gedung apartemen di kawasan al-Sawwanah, Al-Quds Timur, Senin (4/2).

“Pemerintah Israel menempelkan pemberitahuan penghancuran pada semua pintu di setiap unit apartemen, tanpa menentukan tanggal atau batas waktu, dengan dalih pembangunan tanpa memperoleh izin,” kata Ketua Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem Sheikh Ikrima Sabri.

Sabri juga mengatakan, para keluarga yang tinggal di gedung berlantai 16 dan menampung sekitar 80 orang tersebut akan menunjuk seorang pengacara untuk melakukan gugatan terhadap kekuasaan sewenang-wenang Pemerintah Kota Israel itu.

“Penjajah Israel menerapkan suatu kebijakan secara sistematis dalam penghancuran rumah serta pengambilalihan lahan dan harta untuk mengusir penduduk Palestina dari Al-Quds,” tegas Sabri.

Israel secara sepihak telah mendirikan negaranya tahun 1948. Israel menjajah Al-Quds (Yerusalem) Timur dan seluruh Tepi Barat, Palestina, sejak tahun 1967. Israel lalu mengambil alih sebagian Tepi Barat dan mengklaimnya sebagai wilayah Israel.
Sabri memperingatkan rencana Israel yang sedang berlangsung hingga kini dengan menargetkan semua penduduk Palestina dan kota suci Al-Quds.

Pada saat yang sama, polisi Israel juga menyerahkan pemberitahuan penghancuran rumah, toko, dan kandang ternak kepada sejumlah penduduk di kota Anata, sebelah timur laut Al-Quds.

Salah satu penduduk Palestina di kota itu mengatakan, polisi Israel menyerbu kota dan menyerahkan sekitar 20 pemberitahuan penghancuran dengan dalih pembangunan tanpa izin.

Polisi memberikan tenggat waktu hingga 19 Februari mendatang bagi penduduk Palestina untuk mengajukan banding atas keputusan penjajah Israel tersebut.
Saksi mata menunjukkan, kota itu telah menyaksikan penyitaan tanah dan penghancuran rumah-rumah dalam rangka membangun dan memperluas pemukiman ilegal di dekatnya.(T/P02/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply