ISRAEL HARUS AKHIRI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DI PALESTINA

Jenewa, 20 Rabiul Awal 1434 H/1 Februari 2013 (MINA) – Badan Penyelidik HAM PBB menyeru Israel untuk menghentikan perluasan pembangunan permukiman dan menarik semua penduduk Yahudi dari wilayah wilayah Palestina terutama Tepi Barat.

Israel telah melanggar hukum internasional, yaitu Konvensi Jenewa 1949, yang melarang pemindahan penduduk ke wilayah dudukan, yang dapat meningkatkan kejahatan perang, termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Pidana antar bangsa (ICC).

“Israel harus, sesuai dengan pasal 49 dari Konvensi IV Jenewa. Mereka harus menghentikan semua kegiatan pemukiman tanpa syarat dan harus segera memulai penarikan semua rakyatnya dari wilayah Palestina,” kata hakim Prancis Christine Chanet yang memimpin sidang.

Pada Desember 2012 lalu, Palestina mengirim surat kepada PBB melaporkan Israel yang melakukan kejahatan perang dengan memperluas permukiman di atas tanah Palestina.  

Israel kemudian menolak penyelidikan yang akan dilakukan Dewan HAM pada Maret 2012 lalu untuk mengetahui legalitas dan dampak pembangunan pemukiman tersebut, terutama di Yerusalem Timur yang merupahakan wilayah di bawah hukum internasional.

Israel mengklaim bahwa tanah tersebut adalah warisan dari nenek moyang mereka seperti tertulis dalam kitab talmud, injil dan Al Qur’an.

Para peneliti PBB kemudian mewawancarai lebih dari 50 orang, yang datang ke Yordania pada November 2012 lalu untuk dimintai keterangan tentang wilayah mereka yang sekarang dikuasai Israel. Mereka kehilangan mata pencaharian, kebun , dan mengalami kekerasan oleh Yahudi.

Pada 2013, ada sekitar 250 permukiman yang dibangun di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur dan total warga Israel yang tinggal di sana sejak 1967 sejumlah 520.000, menurut data PBB.(T/P04/R2)

Miraj News Agency(MINA)

Leave a Reply