ISRAEL KIAN BRUTAL

Yerusalem, 2 Rabiul Akhir 1434/12 Februari 2012 (MINA) – Pemerintah Israel telah mengeluarkan pernyataan penggusuran dan pembongkaran di sebuah blok apartemen di Yerusalem di mana seorang Imam Masjid Aqsa ada di dalamnya.

Dalam blok tersebut ada enam belas apartemen dan rencana tersebut akan berimbas terhadap para pemilik apartemen, termasuk Syekh Ikrama Sabri, salah satu imam di Masjid Aqsa.

Sabri mengatakan kepada media lokal bahwa Israel telah memutuskan pembongkaran bangunan secara sepihak tanpa alasan. Namun, ia percaya bahwa itu adalah bagian dari rencana Israel dalam mewujudkan Yahudisasi kota suci umat Islam tersebut. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah bangunan Palestina yang dihancurkan oleh pihak Israel baru-baru ini.

Menurut Sabri, Israel jelas ingin menghapus semua jejak penduduk asli Arab Yerusalem. Pada saat ini, orang-orang Arab dan Muslim mencapai 36 persen dari penduduk Yerusalem. “Israel berencana mengurangi (jumlah penduduk) ini menjadi 12 persen pada 2020,” kata Sabri.

Dia menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk mendukung warga Palestina dari Yerusalem, terutama dengan dana untuk proyek perumahan untuk mendorong mereka menghindari pembersihan etnis Israel.

LAMPU HIJAU
Sementara itu, Israel juga telah memberkan lampu hijau untuk melanjutkan pembangunan 346 unit rumah pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, demikian yang dilaporkan oleh MEMO dan dipantau oleh MINA.

Pernyataan itu muncul dari Kementerian Pertahanan Israel yang mengatakan bahwa pihak kementrerian telah memberikan izin untuk merencanakan pembangunan 200 unit perumahan di Tekoa dan 146 di Nikudim di selatan Tepi Barat.

Kementerian Perumahan Israel mengusulkan 200 unit pemukiman lain di Tepi Barat bulan lalu, termasuk 114 di Gush Etzion blok permukiman yang meliputi Tekoa dan permukiman Nikudim. Kota ini terletak dekat Betlehem. Semua permukiman ilegal Israel selama ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional. Menurut LSM Perdamaian Israel, pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mempercepat untuk perluasan pemukiman. “Setelah istirahat sepuluh bulan, pemerintah Netanyahu justeru mempercepat pergerakan tawaran untuk membangun permukiman di Tepi Barat pada 2009 dan 2012,” kata kelompok advokasi itu.

“Pada 2012 saja, para pekerja sudah membangun 1.747 unit pemukiman dan Kementerian Pertahanan Israel menyetujui 6.676 lainnya,” tambah salah seorang dari kelompok itu yang tak mau disebutkan namanya.

Sekitar 340.000 pemukim Israel tinggal di permukiman Tepi Barat yang ilegal dan 200.000 lainnya tinggal di permukiman ilegal di Yerusalem Timur yang dijajah. Para penasehat keamanan nasional Israel menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa kebijakan permukiman Tel Aviv adalah “masalah diplomatik” dalam urusan dengan sekutu Barat.

“Tidak mungkin menjelaskan isu pembangunan permukiman suatu tempat di dunia,” kata Ya’akov Amidror selama diskusi di biro perdana menteri, Ha’aretz melaporkan di situsnya pada hari Kamis. Dia mengakui bahwa pembangunan permukiman telah menjadi masalah diplomatik, sehingga akan menyebabkan Israel kehilangan dukungan bahkan di antara teman-teman sekutunya di Barat.

EHUD SETUJU
Menurut laporan Press TV yang dipantau oleh MINA, rencana pembangunan permukiman baru tersebut sudah ditandatangani oleh Menteri Israel untuk Urusan Militer Ehud Barak pada Agustus 2012 lalu.  Pada Ahad kemarin persetujuan pembangunan itu sudah diterima oleh komite perencanaan Administrasi Sipil, dan pembangunan unit pemukim baru akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Permukiman Israel dianggap ilegal oleh PBB dan sebagian besar negara di dunia karena wilayah-wilayah di Palestina telah direbut Israel dalam perang 1967. Isarael dianggap tidak tunduk pada Konvensi Jenewa yang melarang melakukan pembangunan di lahan yang diduduki. Sejak saat itu hingga saat ini, lebih dari setengah juta warga Israel tinggal di lebih dari 120 pemukiman yang dibangun sejak penjajahan Israel tahun 1967 di Tepi Barat dan Timur Al-Quds (Yerusalem).

Sebelumnya, para pejabat Israel mengatakan mereka akan melanjutkan rencana untuk membangun 6.000 unit permukiman di tanah Palestina meskipun teguran dari PBB dan komunitas internasional sudah ada. Namun banyak negara, termasuk beberapa sekutu Tel Aviv, telah mengutuk rencana terbaru Israel untuk membangun unit permukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina. Apakah Israel berhenti, justeru kebrutalannya kian menjadi.(T/P01/P08/P06/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

ISRAEL KIAN BRUTAL,0 / 5 ( 0votes )

Leave a Reply