ISRAEL PENJARAKAN DELAPAN BOCAH PALESTINA

       Tepi Barat, 23 Rabiul Awal 1434 H/5 Februari 2013(MINA)- Pengadilan Israel di Tepi Barat, Ramallah menjatuhi hukuman penjara terhadap delapan anak Palestina dari kota Beit Ummar, utara al-Khalil, Minggu(3/2).
        Mohammed Awad, juru bicara Komite Rakyat di desa Beit Ummar, mengatakan bahwa hukuman penjara dikenakan terhadap mereka antara 11 dan 18 bulan, selain membayar denda uang, demikian informasi yang diperoleh Mi’raj News Agency (MINA) dari occupiedpalestine.
        Dia menambahkan bahwa tentara Israel telah menangkap anak-anak pada bulan Maret (2012) lalu dengan tuduhan melemparkan batu pada kendaraan  warga Israel yang sedang melewati daerah mereka.
        Sementara itu Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton menyatakan bahwa pembangunan pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, adalah ilegal berdasarkan hukum internasional.
       Ashton menyebut pihaknya berulang kali mendesak Israel membatalkan pembangunan pemukiman tersebut yang menjadi hambatan bagi perdamaian,” tegasnya
       “Saya meminta Pemerintah Israel menunjukkan komitmennya terhadap perundingan damai untuk mengakhiri konflik, sementara pendudukan ini tidak sesuai dengan rencana perdamaian.” tambahnya
        Ashton juga menuturkan tentang peningkatan status Palestina di PBB, pihaknya mendesak kedua belah pihak melanjutkan negosiasi perdamaian, tanpa penundaan ataupun prasyarat apapun. Namun, Israel justru terus saja melanjutkan pembangunan pemukimannya di Tepi Barat yang menyebabkan rusaknya perjanjian damai yang telah disepakati.

       Tak terima dengan putusan Majelis Umum PBB yang menaikkan status Palestina, Israel kemudian menyatakan akan terus membangun ribuan rumah di Tepi Barat. Banyak kalangan menyebutkan bahwa aksi Israel tersebut sebagai jawaban terhadap peningkatan status Palestina di PBB.

       Reaksi masyarakat internasional akan sangat berpengaruh kepada posisi Israel di arena Internasional.

(T/P04/E1)

 

Miraj News Agency(MINA)

Leave a Reply