ISRAEL RUSAK KUBURAN MUSLIM

 Jerusalem, 5 Rabiul Akhir 1434/15 Februari 2013 (MINA) – Yahudi ekstrimis menodai kuburan muslim di Yerusalem Tepi Barat, demikianlah pernyataan polisi Israel yang dikutip kantor berita Wafa yang diterima Miraj News Agency (MINA).

Slogan-slogan kematian terhadap rakyat Palestina, seperti Muhammad sudah mati, bintang Daud hingga pada kuburan di semprotkan pada batu nisan dan Israel akan membangun sebuah museum di kuburan muslimin Palestina. “Polisi sedang menyelidiki insiden tersebut,” kata salah satu petugas keamanan setempat.

Para ekstremis Yahudi menulis slogan-slogan rasis pada batu nisan. Setidaknya hampir 30 kuburan muslimin di rusak Israel. Pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu menambahkan bahwa slogan yang sering digunakan oleh fanatik Yahudi dan pemukiman yang vandalisme, apakah itu Islam atau Kristen di Yerusalem Tepi Barat.

Tanah Wakaf yang dijadikan kuburan muslim Palestina sebenarnya sudah lama sering mengalami penodaan oleh Israel. Menurut laporan Al-Aqsa Foundation, Israel sudah melakukan kejahatan mengerikan dengan merusak kuburan muslim Palestina. “Pemerintah Israel harus bertanggungjawab,” tulis laporan itu. 

Pada tahun 2009, Israel merusak lebih dari 1.500 makam di pemakaman bersejarah untuk membangun sebuah Museum Toleransi di situs bersejarah, yang didanai oleh lembaga AS Simon Wiesenthal Center.

Saat itu, Yayasan Al-Aqsha telah mengirim delegasi untuk mendokumentasikan kehancuran pemakaman muslim yang bersejarah tersebut, dan mengatakan para pekerja Israel segera meninggalkan area ketika wartawan tiba.

Pekerja memasuki pemakaman bersejarah Mamilla (Ma’man Allah) pada pukul 11 malam dan menghancurkan lebih dari 100 batu nisan, dan memuat puing-puing dari batu-batu nisan ke dalam truk.

Dalam sengketa pemakaman Yerusalem, Simon Wiesenthal Center yang berbasis di Los Angeles, sebuah kelompok hak asasi manusia  (HAM) Yahudi, telah membangun apa yang disebut sebagai “Museum Toleransi” yang berbatasan dengan kuburan.

Proyek ini telah memicu kontroversi karena dibangun di atas tanah milik pemakaman Mamilla, tanah pemakaman bagi ribuan pemimpin Muslim, tokoh-tokoh suci dan keluarga Yerusalem yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-12.(T/P012/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Rate this article!

Leave a Reply