JEPANG MILIKI GAYA HIDUP MUSLIM SEBENARNYA

Foto: Rina Jakarta, 18 Rabiul Akhir 1434/28 Februari 2013 (MINA) – Direktur Eksekutif Asosiasi Muslim Jepang Khalid M. Higuchi mengatakan Jepang telah mempraktekan gaya hidup Islam yang sebenarnya mulai dari kebiasaan tepat waktu, disiplin, serta lainnya sehingga membuat negara Sakura itu maju dalam berbagai bidang.

“Di Jepang kami terbiasa dengan semua itu, saya menyadarinya setelah masuk Islam.  Ternyata Jepang mempraktekan ajaran Islam selama ini,” kata lelaki yang berumur 80-an itu kepada Mi’raj News Agency (MINA).

Higuchi menceritakan kesehariannya ketika menjadi seorang pegawai, di mana setiap harinya harus bekerja menggunakan kereta api.  Setiap pagi, kereta api melintas dalam hitungan menit diganti dengan kereta lainnya serta tidak pernah terlambat.  Begitu juga dengan angkutan umum lainnya, tidak seperti di Indonesia, ada istilah ‘ngetem’.

Pria yang masuk Islam sekitar 50-an juga mengatakan meskipun muslim di Jepang adalah minoritas, tapi kehidupan mereka bisa berlangsung damai dengan warga setempat. “tidak pernah ada cekcok sama sekali,” katanya.

Higuchi yang dulunya presiden organisasi muslim tersebut mengatakan, warga  Jepang sangat menghormati muslim di sana karena mereka mendapati muslim hidup dalam keharmonisan.

Perkenalan Higuchi dengan Islam adalah saat ia mengajar di salah satu universitas di Jepang.  Ada seorang guru dari Kairo yang mengajar bahasa Arab untuk mahasiswanya yang berasal dari Timur tengah.  Setelah berkenalan cukup lama, ia pun tertarik mempelajari bahasa Nabi Muhammad itu.

Setelah ia mempelajarinya akhirnya ia pun berangkat ke Kairo untuk memperdalaminya, sehingga ia mendapatkan pekerjaan di sana dan akhirnya memutuskan menjadi muslim.

Kecintaannya pada Islam membuat Higuchi  kembali ke Jepang dan menyebarkannya kepada penduduk Jepang yang dianggapnya tidak tahu Islam sama sekali. “Di Jepang tidak ada referensi tentang Islam, selama ini orang Jepang yang masuk Islam mengenal agama suci ini dari buku-buku Eropa, sedang di Eropa sendiri juga masih jarang.”

Selain buku, penduduk asli Jepang yang menjadi muslim juga diikatkan akan tali pernikahan, sebagaimana di negara-negara lainnya, termasuk saat Islam masuk ke Indonesia pada awal waktu, kata nya menegaskan.

Asosiasi Islam Jepang yang berbasis di Tokyo merupakan salah satu  organisasi dari beberapa organisasi Islam lainnya di Jepang.  Menurutnya, mayoritas muslim yang ada di jepang berasal dari Indonesia, sebagian mereka ada yang sekolah dan bekerja.  Selanjutnya, Pakistan juga merupakan muslim yang banyak tinggal di Jepang, diikuti Malasyia dan negara-negara Asia lainnya.

Menurut Higuchi, koordinasi umat Islam di Jepang agak sulit, karena sebagai minoritas, masyarakat muslim tinggal berpencar dan tidak merata.  Namun, Higuchi mengatakan muslim di Jepang berkisar mencapai 120.000 jiwa.(L/P03/R2).

 Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply