KABAR PELUNCURAN ROKET DARI GAZA MASIH SIMPANG SIUR

        Gaza, 17 Rabiul Akhir 1434/27 Februari 2013 (MINA) – Kabar peluncuran roket dari Gaza telah mendarat di wilayah Palestina selatan yang dijajah Israel masih simpang siur.
        “Pemberitaan masih simpang siur. Hingga kini, pemerintah Palestina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peluncuran roket itu,” kata korespondensi Mi’raj News Agency (MINA) Gaza, Muhammad Husein saat dihubungi di Jakarta, Rabu dini hari (27/2).
        Husein menambahkan, akan terus memantau informasi yang benar terkait peluncuran roket dari Gaza yang mendarat di wilayah yang dijajah Israel itu.
        Sumber Israel mengklaim bahwa sebuah roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza mendarat di kota Ashkelon, wilayah Palestina selatan yang dijajah Israel, Selasa pagi (26/2).
        “Tembakan roket itu menyebabkan beberapa kerusakan jalan di dekat kota,” klaim juru bicara polisi penjajah Israel, Micky Rosenfeld. Tidak ada korban yang dilaporkan.
        Roket ini adalah yang pertama diluncurkan sejak gencatan senjata antara penjajah Israel dan kelompok-kelompok  perlawanan Palestina di Gaza pada bulan November 2012.

Sebuah kebohongan Zionis

        Pemerintah Palestina di Gaza membantah tuduhan penjajah Israel bahwa roket yang diluncurkan dari Gaza telah mendarat di wilayah Palestina selatan yang dijajah Israel.
       “Hal ini tidak lebih dari sebuah kebohongan, tidak ada kelompok perlawanan Palestina yang telah menyatakan bertanggung jawab dalam peluncuran roket ke Israel, dan pemerintah masih menindaklanjuti rincian yang sebenarnya terjadi,” kata juru bicara Hamas, Ihab Al-Ghussein, seperti dilansir kantor berita berbasis di Gaza Alray.
       Al-Ghusein, juga sebagai kepala biro informasi pemerintah di Gaza, menegaskan, tuduhan penjajah Israel itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian dunia dari penderitaan para tahanan Palestina di penjara-penjara penjajah Israel dimana baru-baru ini telah membunuh seorang tahanan Palestina, Arafat Jaradat.
       Seorang tahanan Palestina Arafat Jaradat, 30 tahun, dari kota Seir, Hebron, meninggal akibat penyiksaan kejam di ruang interogasi penjara penjajah Israel, “Majeddo”.
      “Tuduhan penjajah Israel juga untuk mengalihkan perhatian dari kekerasan yang dilakukan penjajah terhadap aksi protes di jalan-jalan Tepi Barat yang mengakibatkan meninggalnya seorang rakyat Palestina dan puluhan lainnya mengalami luka-luka,” tambah Al-Ghussein.
        Al-Ghussein menjelaskan, penjajah Israel bertanggung jawab atas meluasnya kemarahan luas rakyat Palestina dengan melakukan aksi perlawanan atas kejahatan yang sedang dilakukan penjajah Israel di wilayah Palestina, tempat-tempat suci dan para tahanan Palestina.
     “Hal itu menunjukkan bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk membela diri, hak atas tanah mereka dan tempat-tempat suci,” kata Al-Ghussein.

Fatah bertanggungjawab

        Sementara itu, Sayap militer kelompok perlawanan Fatah, Brigade Martir Al-Aqsa menyatakan, bertanggung jawab atas penembakan roket tersebut.
        “Kita harus melawan musuh kita dengan segala cara. Kami menekankan komitmen kami untuk perjuangan bersenjata melawan musuh Zionis,” kata kelompok perlawanan Palestina itu dalam sebuah pernyataan persnya yang dilansir Ma’an News.
       Disamping itu, Pemimpin Jihad Islam, Khaled al-Batsh, mengatakan dalam pesan pada “akun Facebooknya”, Selasa (26/2) ,Gencatan senjata itu runtuh secara bertahap karena penjajah Israel menolak untuk menanggapi tuntutan para tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan dan pembunuhan terhadap seorang tahanan, Arafat Jaradat.
       Al-Batsh juga menegaskan, penjajah Israel memegang tanggung jawab penuh atas kematian Jaradat, dan dampak atas kejahatan pembunuhan terhadap rakyat Palestina. (L/P02/R2/E1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply