KAPAL DENMARK HADAPI KEBOCORAN DI TERUSAN SUEZ MESIR

Mesir, 21 Rabiul Awal 1434/2 Februari 2013 (MINA) – Emma Maersk, salah satu kapal kontainer terbesar di dunia dari Denmark, mengalami kebocoran pada Jumat malam (1/2) di pintu masuk Terusan Suez Mesir, memungkinkannya tenggelam.

Kapten kapal mengirimkan sinyal penyelamatan dan waspada terhadap kebocoran dalam salah satu kamar peralatan, menurut laporan Egypt Independent diterima Mi’raj News Agency (MINA) Sabtu (2/1). Kapal itu diseret dari Terusan Suez, menuju pelabuhan timur Port Said. Di Port Said, sebuah tim Otoritas Terusan Suez akan mencoba memperbaiki kebocoran.

Mohab Mamish, kepala Otoritas Terusan Suez mengatakan kepada Al-Masry Al-Youm kebocoran kapal terjadi setelah kapal mengenai sebuah baling-baling. Dia menambahkan pihak Terusan Suez merespon dengan mengirimkan lokomotif langsung. Kapal  itu memiliki panjang 397 meter,  dengan lebar 75 meter dan membawa sekitar 10 ribu kontainer.

Mamish menambahkan insiden tersebut tidak akan mempengaruhi kapal lainnya di Terusan itu,  karena memiliki tim penyelamat  siaga yang mampu memecahkan masalah dalam waktu singkat.

Terusan Suez adalah jalur air permukaan laut buatan di Mesir, menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah. Dibuka pada November 1869, memungkinkan transportasi air antara Eropa dan Asia tanpa mengelilingi navigasi Afrika. Ujung utara  terusan ini adalah Port Said dan ujung selatannya Port Tawfiq di kota Ismailia Suez yang  terletak di tepi barat.

Ketika pertama kali dibangun, panjang kanal adalah 164 km (102 mil) dengan dalam 8 m (26 kaki). Setelah beberapa kali  pembesaran, panjang kanal  tersebut menjadi 193,30 km (120.11 mil), dengan dalam 24 m (79 kaki) dan lebar 205 meter (673 kaki) pada 2010.

Kanal  tersebut adalah jalur tunggal  yang melewati tempat di “Ballah By-Pass” dan Danau Bitter Besar.   Air laut mengalir bebas melalui kanal. Secara umum, kanal bagian utara Danau Bitter mengalir ke utara di musim dingin dan selatan di musim panas. Perairan Terusan Suez adalah salah satu sumber utama pendapatan Mesir.(T/P03/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply