KAPAL TANKER PERANCIS DIBAJAK DI PANTAI GADING

Prancis, 24 Rabiul Awal 1434/5 Februari 2013 (MINA) – Pejabat otoritas pelabuhan Alexis Guie di ibukota ekonomi Abidjan mengatakan, Senin (4/2), sebuah kapal tanker Perancis di Togo dengan 19 awak telah dibajak dari Pantai Gading, ModernGhana melaporkan.
“Perahu itu dibajak di perairan internasional,” kata Guie di tengah kekhawatiran tentang berubahnya daerah itu menjadi area hotspot (titik api) bagi bajak laut.

Sebelumnya Biro Maritim Internasional mengatakan sebuah kapal tanker Perancis menghilang pada akhir pekan di lepas pantai negara Afrika Barat, diduga berada dalam pembajakan.

Pemerintah Perancis mengatakan 19 awak kapal berada di Togo. Kapal tanker bernama Gascogne itu berlayar di bawah bendera Luksemburg. Paris mengatakan belum menerima permintaan dari para perompak.

“Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Frederic Cuvillier, Menteri Transportasi dan Sektor Maritim Perancis.
Wartawan di Perancis menambahkan,  Kementerian Pertahanan telah “dimobilisasi”, namun tidak ada  penjelaskan lebih lanjut.

“Ketika kapal dibajak, posisinya lebih dari 300 kilometer (185 mil) dari pantai Pantai Gading, tidak berada di perairan kita,” kata Guie.
Dia menambahkan bahwa Pantai Gading yang berwenang, “tidak memiliki informasi” mengenai insiden itu.

Menurut sumber ModernGhana menyebutkan, Noel Choong, pimpinan pemilik kapal tanker  yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan kehilangan komunikasi dengan kapal pada Ahad. Pengawas maritim telah mengeluarkan peringatan kepada kapal.

Insiden pembajakan terbaru ini adalah insiden ketiga dalam beberapa bulan terakhir di Pantai Gading setelah perompak membajak sebuah kapal tanker minyak berbendera Panama yang berlabuh di Abidjan bulan lalu dan membajak sebuah kapal tanker Yunani di kota yang sama pada bulan Oktober. Para perompak menjarah kapal sebelum melepaskannya.

“Tampaknya bajak laut bergerak menuju Pantai Gading karena Nigeria dan Benin telah meningkatkan patrolinya di Teluk Guinea,” kata Choong.
Pemerintah Luksemburg mengatakan telah diberitahu tentang insiden kapal tanker Gascogne oleh pemilik kapal, kelompok Perancis Tankers Laut.

“Keselamatan awak dan kapal adalah prioritas pertama,” kata Tankers Laut dalam sebuah pernyataan.
Teluk Guinea yang meliputi perairan Nigeria, adalah produsen minyak terbesar Afrika. Tercatat 62 serangan bajak laut tahun 2012, termasuk pembajakan, penculikan dan pembunuhan.

Choong mengatakan sebuah induk kapal bajak laut diduga terlihat dalam serangan mematikan di  Nigeria Kamis lalu.
Dia menambahkan bahwa serangan di Teluk lebih sering terjadi daripada sebelumnya. Chong mengungkapkan dua serangan lain pada kapal dagang dalam beberapa hari terakhir, salah satunya menyebabkan seorang pelaut luka tembak.

“Serangan sebagian besar terjadi di Nigeria, tetapi mereka tampaknya menyebar ke daerah lain,” tambah Choong.
Pembajak biasanya menargetkan kargo bahan bakar, memuatnya ke kapal lain untuk menjualnya di pasar gelap yang menguntungkan, daripada mencari uang tebusan untuk melepaskan kapal.

“Kelompok bersenjata yang melakukan serangan-serangan mengetahui bahwa tidak banyak pengawasan di Teluk Guinea,” kata Kolonel Mamadou Mariko, direktur teknis dari Organisasi Maritim Afrika Barat dan Tengah yang berbasis di Abidjan.(T/P09/R2).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply