KARZAI: PASUKAN ASING PERBURUK KEAMANAN AFGANISTAN

      Kabul, 25 Rabiul Awal 1434 H/6 Februari 2013 (MINA) – Presiden Afghanistan, Hamid Karzai menilai pasukan asing semakin memperburuk keamanan bagi negara yang dipimpinnya. “Kedatangan pasukan asing memburuk keamanan negara kita.“ katanya.

       Pria yang memimpin Afghanistan sejak jatuhnya Taliban pada 2001 mengatakan kepada harian The Guardian yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Rabu (6/2) bahwa ancaman jangka panjang terbesar ke negara itu bukan oposisi, melainkan sibuk oleh kekuatan asing.

       Karzai mengatakan, tidak akan ada perdamaian di Afghanistan jika hanya antara kami, Taliban dan Afghanistan. Perdamaian ini akan terwujud ketika unsur-unsur eksternal yang terlibat dalam menciptakan ketidakstabilan dan pertempuran, atau pelanggaran hukum di Afghanistan, terlibat dalam pembicaraan.

       Dia menambahkan, dia lebih optimis daripada setahun yang lalu bahwa hubungan yang luas di belakang layar antara pemerintah Afganistan dan Taliban akan berbuah, karena hubungan dengan Pakistan membaik.

       Namun, pemerintahan Obama mengatakan akan mempertimbangkan untuk menarik semua pasukannya dari Afghanistan yang dijuluki “pilihan nol”, dan memperingatkan Karzai bisa menjadi bencana bagi Afghanistan.

       Afghanistan tidak peduli apakah Barat merasa telah berhasil atau gagal di negara mereka, Karzai mengatakan, mereka akan fokus mencoba untuk bangkit dari selama 30 tahun perang.

       Dia akan berjuang mengurangi pasukan asing agar pergi dari negaranya dan keberangkatan mereka diharapkan akan menghapus keluhan yang mendorong banyak pejuang mengangkat senjata.

       Sementara itu sumber lain mengatakan, Karzai, telah mempertanyakan apakah pasukan Barat “berperang di tempat yang salah” selama dekade lamanya misi mereka di Afghanistan.

       “Keluarnya pasukan asing tidak akan membawa kekerasan lebih terhadap rakyatnya sendiri,” kata Karzai, menambahkan bahwa ia berpikir wilayah Helmand lebih damai sebelum puluhan ribu AS dan pasukan Inggris tiba untuk memerangi Taliban pada 2006.

      Tapi tambahnya, apapun yang terjadi adalah masa lalu, dan sekarang kita melihat ke depan untuk masa depan yang lebih baik. (T/P-08/E1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply