KONFLIK DARFUR TEWASKAN 500 ORANG SEJAK JANUARI

Khartoum, 14 Rabiul Akhir 1434/24 Februari 2013 (MINA) – Pemimpin suku dari kelompok pejuang mengatakan sekitar 500 orang dan 128 desa dibakar sejak konflik Darfur pecah bulan Januari lalu, media Sudan Net melaporkan, Jumat (22/2) sebagaimana yang diterima MINA di Jakarta. Pertempuran kembali meletus di utara dan selatan yang memporak-porandakan   wilayah Darfur, Sudan, Jumat.

“Bentrokan selama delapan jam  berlangsung  setelah beberapa tentara Rizeigat menyerang daerah kemarin pagi,” kata seorang pemimpin Bani Hussein yang tidak mau disebutkan namanya. Pertempuran besar itu pecah setelah bentrokan bulan lalu yang menewaskan ratusan orang dan menelantarkan lebih dari 130.000 penduduk sipil. 

Konflik telah melanda wilayah tandus yang luas itu sejak suku utama non-Arab  memberontak terhadap pemerintah Arab di Khartoum pada tahun 2003. Mereka menuduh pemerintah mengabaikan politik dan ekonomi. Kekerasan yang telah surut sejak 2004 kembali meningkat beberapa bulan terakhir.

Pertempuran sengit pecah pada bulan Januari antara dua suku Arab Bani Hussein dan Rizeigat di Jebel Amer wilayah Darfur Utara, mengungsikan 100.000 orang, menurut PBB.

Pemimpin suku telah  dimediasi gencatan senjata namun bentrokan meletus lagi Kamis (21/2) di daerah El Sireaf, menewaskan 21 orang dan melukai sedikitnya 33. Pemerintah Darfur Utara dan suku Rizeigat tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar,  Jumat yang merupakan hari libur di Sudan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, Kamis, pihaknya telah berusaha menyediakan makanan darurat ke El Sireaf dan daerah lain yang terkena dampak paling besar, tetapi  situasi keamanan tetap menjadi “masalah besar”.

Di Darfur Selatan, kelompok dari faksi Tentara Pembebasan Sudan (SLA) yang dipimpin oleh Minni Minnawi mengatakan mereka telah menyerang sebuah pos militer di dekat Nyala, kota terbesar di kawasan itu.

“Pasukan pemerintah melarikan diri ke pusat kota sehingga kami berhasil merebut senjata yang mereka tinggalkan,” kata pejabat  SLA Nur el-Daim Ahmed. Jurubicara militer al-Sawarmi Khalid tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

“Para pemberontak tiba dengan empat mobil dan menyerang  tentara di daerah sekitar 15 km (sembilan mil) dari Nyala karena kehadiran pemerintah lemah,” kata warga, yang menolak disebutkan namanya. Pertempuran antara tentara dan faksi SLA di daerah pusat  Jebel Marra pada  Januari  membuat 30.000 orang mengungsi.

Peristiwa di Darfur sulit untuk diverifikasi disebabkan  Sudan membatasi perjalanan wartawan, pekerja bantuan dan diplomat. Pihak berwenang menolak ijin perjalanan Reuters pada Januari  untuk menghadiri sebuah konferensi perlucutan senjata yang disponsori pemerintah di Darfur Barat.

Pengadilan Kriminal Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden Sudan Omar Hassan al-Bashir dan beberapa pembantunya  atas  tuduhan mendalangi kejahatan perang di Darfur. Namun mereka menyangkal tuduhan itu dan menolak untuk mengakui pengadilan.

Kelompok hak asasi manusia dan PBB memperkirakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik Darfur keseluruhan. Pemerintah mengatakan sekitar 10.000 orang telah tewas.(T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

Leave a Reply