KORUT UJI NUKLIR, OBAMA MERADANG

Pyongyang, 3 Rabiul Akhir 1434/13 Februari 2013 (MINA) – Korea Utara menyatakan berhasil melakukan uji coba nuklir terbarunya, justru sebelum Presiden Barack Obama merencanakan pidato utamanya yang ditujukan untuk menekan Korea Utara.

Dalam pernyataan melalui media resminya, Selasa (12/2) dilaporkan bahwa tak kurang dari 24 jam sebelum Obama berbicara untuk Kongres, Korena Utara berhasil melakukan uji coba nuklirnya, demikianlah laporan kantor berita Korea Utara (KCNA) yang diterima Miraj News Agency (MINA).

Menurut laporan KCNA, uji coba nuklir itu telah dilakukan dalam tingkat tinggi dengan cara yang sempurna dan aman dengan menggunakan perangkat nuklir mini dan ringan dengan daya ledak yang lebih besar serta tidak menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan ekologi sekitar.

Mendapat berita bahwa Korut berhasil melakukan uji coba nuklirnya, Presiden AS Barack Obama langsung mengecam dan segera mendesak agar dunia internasional segera memberikan reaksi cepat dan masuk akal atas aksi Korut tersebut.

Dalam pernyataannya Obama mengatakan bahwa uji coba nuklir itu sebagai tindakan yang amat provokatif dan telah melanggar kewajiban Korea Utara berdasarkan resolusi PBB.  Ia menambahkan, uji coba nuklir itu akan membuat pemerintah Pyongyang lebih terisolasi. Dia juga bertekad akan mengupayakan tanggapan yang tegas dari dunia internasional.

“Jauh dari tujuan yang dinyatakan untuk menjadi bangsa yang kuat dan sejahtera, Korea Utara sebaliknya meningkatkan isolasi dan kemiskinan rakyatnya melalui upaya yang keliru untuk senjata perusak massal dan cara-cara mencapainya,” demikian penggalan isi pernyataanya Obama.

Kecaman juga datang dari beberapa negara lain, seperti Korea Selatan, Rusia, Jepang, dan juga Cina, yang merupakan sekutu erat Korea Utara. Kantor berita Korea Utara (KCNA) melaporkan bahwa uji coba nuklir Korea Utara Selasa 12 Februari itu disebut menggunakan peralatan nuklir yang lebih ringan dibanding uji coba sebelumnya tahun 2006 dan 2009.

Beberapa negara lain, termasuk sekutu Korea Utara terisolasi terdekat, Cina, mengutuk uji coba nuklir tersebut. Jepang mengatakan uji coba itu sangat disesalkan dan Rusia menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kewajiban internasional Pyongyang.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney memperingatkan bahwa uji coba nuklir adalah tindakan pelanggaran terhadap resolusi PBB sebagai tindakan provokasi yang tidak dapat diterima secara akal sehat. Akibatnya, Korea Utara semakin terasing di dunia internasional, ungkap Carney.

Pihak Korea Utara mengungkapkan dalam pernyataan atas nama Komite Pertahanan Nasional pada 24 Januari lalu, pihaknya tidak merahasiakan pelaksanaan peluncuran beberapa satelit dan roket jarak jauh, serta uji coba nuklir untuk menargetkan AS.

Korea Utara (Korut) melakukan uji nuklir ini untuk yang ketiga kalinya kemarin. Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA menulis, uji nuklir bawah tanah tersebut berhasil dan memperingatkan tindakan lebih lanjut pada pengembangan senjata nuklirnya. 

Sementara itu, departemen Pertahanan Korea Selatan mengatakan, bom nuklir yang diuji coba Korut diperkirakan mencapai 6-7 kiloton, diukur dari kekuatan gempa yang dihasilkan. Bom nuklir yang diuji coba tersebut lebih besar dibanding dua tes sebelumnya dan hampir setengah bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima yang berkekuatan 15 kiloton.(T/P012/R2).

Miraj News Agency (MINA).

Rate this article!

Leave a Reply