KTT OKI BAHAS PALESTINA DAN DUNIA ISLAM

      Kairo, 24 Rabiul Awal 1434/6 Februari 2013. (MINA) – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan pada pertemuan Selasa (5/2), Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI di Kairo, Mesir, 6-7 Februari, membahas isu Palestina dan situasi konflik di dunia Islam.
      “Masalah utama adalah Palestina dan konflik dunia Islam, terutama di Timur Tengah yang belum pernah dialami dalam beberapa dekade terakhir,” ujar Ihsanoglu, seperti dilaporkan Al-Akhbar Munadzamah At-Ta’awun Al-Islami.  
      Menurut Ihsanoglu, persoalan Palestina yang menonjol adalah masalah blokade Gaza dan permukiman illegal Yahudi di tanah milik warga Palestina. Sedangkan situasi Timur Tengah saat ini, sedang terjadi periode perubahan kejatuhan rezim otoriter menuju demokratisasi yang membawa aspirasi masyarakat. 
      “Konflik dunia Islam, fenomena Islamophobia, masalah kemanusiaan, dan kekerasan yang melanda dunia Islam, “ paparnya. 
      Sekjen OKI Ihsanoglu menyebutkan, akhir-akhir ini muncul sentimen anti-Islam, rasisme dan deskriminasi terhadap umat Islam. Ada upaya memprovokasi kebencian dan kekerasan serta menciptakan perpecahan dan mengacaukan perdamaian umat Islam di tengah masyarakat.
      Menurutnya, pada Sidang  KTT OKI ke-12 dengan tema utama “The Muslim World : New Challenges and Expanding Opportunities” (Dunia Islam : Tantangan dan Peluang), membicarakan isu lainnya yaitu masalah serangan Israel ke Suriah yang melanggar hukum internasional, kecaman bom bunuh diri Kedubes AS di Turki, konflik kekerasan di Mali dan masalah minoritas muslim di Myanmar, Thailand Selatan dan Filipina.
 
Presiden SBY
      Pada sidang KTT OKI, Presiden Indonesia  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan memberikan pernyatan pada dua sesi, yaitu pada sesi Asia Group Statement, mewakili negara-negara Asia, serta pada sesi pembahasan isu Palestina pada pertemuan para Pemimpin Negara anggota OKI.
      Teuku Faizasyah, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, mengatakan, kehadiran Presiden SBY pada KTT OKI di Mesir merupakan perwujudan komitmen Indonesia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, bagi kerjasama antara negara-negara anggota OKI. 
      “Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dikenal berperan penting dalam kerja sama OKI dan selama ini aktif berkontribusi bagi upaya perdamaian,” ujar Teuku.
      Selain menghadiri pembukaan KTT yang berlangsung di Hotel Fairmont Towers, di kawasan Heliopolis, Kairo, SBY juga diagendakan mengikuti jamuan santap siang yang diselenggarakan tuan rumah Presiden Mesir Mouhammad Mursi. 
      Sore waktu setempat, Presiden SBY bersama seluruh Kepala Negara lain akan mengikuti sesi pembahasan program kerja OKI. Program terakhir yang diikuti Presiden SBY adalah sesi khusus pembahasan permukiman illegal Yahudi di Palestina. Dalam sesi ini, Presiden SBY diminta untuk mengemukakan pandangannya terkait permasalah tersebut.
      Selain Presiden SBY, hadir dalam KTT OKI, Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, Putra Mahkota Saudi Salman bin Abdul Aziz, Presiden Turki Abdullah Gul, Emir Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan.
      Organisasi Kerjasama Islam (Organization of the Islamic Cooperation) dahulu sebelum 2011 bernama Organisasi Konferensi Islam (Organization of the Islamic Conference) adalah sebuah organisasi internasional dengan 57 negara anggota.  OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) dalam Pertemuan Pertama para    Pemimpin Dunia Islam sebagai reaksi terhadap pembakaran Masjid Al-Aqsha pada 21 Agustus 1969. (T/P-08/R1).
 
Mi’raj News Agency (MINA)
 
 

Leave a Reply