KTT OKI SERUKAN PERSATUAN HADAPI TANTANGAN

      Kairo, 24 Rabiul Awal 1434/6 Februari 2013 (MINA) – Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) Ke-12 dibuka di ibu kota Mesir, Kairo, Rabu (6/2).
      Ketua Sidang KTT Ke-11 OKI Presiden Senegal Macky Sall sebelum menyerahkan jabatan kepada Ketua KTT Ke-12 Presiden Mesir Muhammad Mursi, dalam sambutannya mengatakan, dunia Islam saat ini menghadapi banyak problematika. Oleh karena itu OKI perlu memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan itu.
      “Perlu solusi bagi dunia Islam, terutama masalah mendesak, Palestina, konflik Suriah dan Mali,” ujar Sall, sebagaimana dilaporkan IINA.
      Isu lain yang tidak kalah pentingnya adalah nasib muslim Rohingya di Myanmar, ujarnya.
      Presiden Mesir Muhammad Mursi dalam sambutannya mendesak dunia Islam untuk bersatu dalam menghadapi tantangan. Negara-negara anggota OKI harus segera mengambil langkah-langkah yang efektif untuk mengatasi masalah dunia Islam, soal Palestina dan Suriah.
      Mursi menyebutkan, peran Mesir tidak terbatas pada dimensi sejarah, melainkan tetap gigih melakukan upaya terus-menerus meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara negara-negara anggota OKI. 
      “Mesir berkomitmen memberikan kontribusi positif melalui sidang OKI ini,” tandas Mursi.
      Menurutnya, krisis regional dan internasional dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan negara-negara anggota OKI menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, penting mengadakan konsolidasi anggota OKI.
      Sekitar 26 kepala negara, raja dan presiden dari 56 negara anggota OKI menghadiri siding KTT OKI, yang diadakan pertama kalinya di Mesir setelah pembentukan OKI tahun 1969. 
      KTT ke-12 ini membahas enam agenda utama, yaitu: permukiman illegal Yahudi di Palestina, konflik di dunia Islam, Islamofobia, situasi kemanusiaan di dunia Islam, meningkatkan kerjasama ekonomi di antara negara-negara anggota, dan kerjasama iptek dan budaya. 
      Sebelumnya, Selasa (5/2) menteri luar negeri anggota OKI menyepakati komunike bersama mendesak pembicaraan transisi politik di dunia Islam. 
      Komunike antara lain menyerukan dialog antara oposisi dan pejabat pemerintah Suriah agar pertumpahan darah tidak berlanjut, terutama yang menjadi korban adalah wargi sipil tak bersenjata. (T/R1).
 
Mi’raj News Agency
 

Leave a Reply