MEDIA TEPI BARAT DAN GAZA SEPAKAT LIPUT AKSI SOLIDARITAS TAHANAN

Gaza, 10 Rabiul Akhir 1434/20 Februari 2013 (MINA) – Sejumlah media informasi Palestina lokal maupun regional di Tepi Barat dan Jalur Gaza, Selasa (19/2) bersepakat untuk meliput masalah tahanan di penjara Israel, terutama terkait dengan aksi mogok makan yang dilakukan oleh para tahanan Palestina di penjara Israel.

Juru bicara media, Ibrahim Abu Jiyab, mengatakan, “Aksi ini digagas dengan tema, Solidaritas wartawan Pada tawanan mogok makan.” Demikian dilaporkan The Palestinian Information Center yang dikutip MINA.

Jiyab mengatakan bahwa diperlukan aksi bersama untuk memblow up aksi solidaritas tawanan ini. Sebanyak 35 media telah sepakat untuk meliput aksi para tawanan mogok makan.

Dia menjelaskan, aksi ini akan mengirimkan pesan dari dalam penjara Israel yang dapat disaksikan oleh semua orang, termasuk keluarga Samer al-Issawi yang sedang mogok makan untuk hari ke 211. Disamping itu, media akan meliput perkembangan terbaru peristiwa penyerbuan pasukan Israel terhadap rumah Issawi, dua hari sebelum penangkapan. 

Media juga akan melansir sejumlah pernyataan dari para tokoh Palestina penting yang berbicara tentang peran faksi terhadap masalah tahanan. Mereka juga akan membahas strategi tawanan Palestina di awah kerasnya Israel yang menabrak semua piagam dan hukum internasional yang menjamin hak-hak tahanan.

Mereka juga mengisyaratkan tentang aksi wartawan di Republik Arab Mesir sedang mempersiapkan hari ini untuk meluncurkan kampanye solidaritas tawanan di depan gedung asosasi Wartawan Mesir dalam aksinya bersolidaritas pada tahanan mogok makan.

211 hari mogok makan

Samer Issawi yang telah mogok makan selama kurang lebih 211 hari dan dilaporkan berada di ujung kematian, memprotes kebijakan penahanan administratif Israel, di mana tersangka dapat dipenjarakan tanpa pengadilan atas perintah pengadilan militer. Perintah dapat terus diperbarui tanpa batas enam bulan dalam satu waktu.

Issawi dibebaskan bersama dengan 1.000 tahanan lainnya pada pertukaran tahanan Oktober 2011 atas tindakan menangkap prajurit Israel, Gilad Shalit. Ia kembali ditahan pada Juli 2012 dalam keadaan konflik oleh tentara Israel di dekat Hizma – Yerusalem dan setelah itu mulai melakukan aksi mogok makannya. Issawi menginginkan dakwaan resmi dan menjalani pengadilan atau dibebaskan – ia mengatakan akan terus melakukan aksinya hingga tuntutannya dipenuhi.

Tahun lalu, sekitar 1.600 – 2.000 warga Palestina yang ditahan Israel, menggelar aksi masal mogok makan yang berakhir dengan perjanjian dengan pengurus penjara pada Mei 14, salah satu tuntutan mereka adalah pembebasan penahanan administratif.(P014/R2).

Mi’raj Newsa Agency (MINA) 

Leave a Reply