MEMBEBASKAN AL-AQSA DENGAN KEKUATAN UKHUWAH

farid

Jakarta, 15 Rabiul akhir 1434/25 Februari 2013 (MINA) – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menggelar tabligh Akbar yang mengambil tema “Mempererat Ukhuwah Umat untuk Pembebasan Masjid Al-Aqsa”.  Acara yang berlangsung di Masjid Bahrul Ulum Serpong Tangerang ini bekerjasama dengan Aqsa Working Group (AWG), Mi’raj News Agency (MINA), Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) serta Radio Silaturahim (RASIL) Bekasi.

Dalam sambutannya, ketua penyelenggara Agus priyono mengatakan bahwa Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu masjid yang disebutkan oleh Allah Swt dalam Al-Quran. Selain itu, Masjid yang merupakan kiblat utama umat Islam itu mempunyai keutamaan-utamaan seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. “Untuk itu kita wajib menjaga, merawat dan melindunginya dari berbagai macam kerusakan seperti yang dilakukan oleh penjajah Israel saat ini,” tegasnya.  

Dia menambahkan, acara ini adalah bagian dari roadmap dari acara-acara serupa yang digelar sebelumnya sejak tahun 2006. “Acara ini merupakan salah satu upaya lanjutan kita untuk membela dan memperjuangkan nasib umat Islam khususunya di Palestina. Selain itu, saat ini kita juga sedang berusaha melanjutkan pembangunan RS Indonesia di Gaza saat ini,” katanya.

Menurut lelaki yang juga dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, rasa ukhuwah di antara sesama Muslim merupakan tolak ukur orang beriman. Dia berharap terlaksananya acara ini akan menjadi bagian dari upaya perjuangan untuk mengingatkan setiap Muslim akan pentingnya membela Masjid Al-Aqsa dan kaum Muslimin di Palestina.   

Sementara itu, Faried Tholib selaku ketua divisi konstruksi Mer-C menceritakan bagaimana awal ide dibangunya sebuah rumah sakit di daerah konflik seperti Gaza. Dia juga menggambarkan bagaimana kondisi di Gaza saat perang berlangsung. “RS Indonesia di Gaza dilengkapi dengan lantai dasar untuk penyimpanan obat, karena pada saat perang terjadi memang rumah sakit tidak di bom, akan tetapi suplai obat-obatan biasanya akan di stop,” ujarnya. 

Berprasangka Baik

Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Muhyiddin Hamidy yang juga menjadi pembicara dalam tabligh akbar itu menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin agar senantiasa berbaik sangka kepada Allah Swt. Menurutnya, berbaik sangka kepada Allah Swt merupakan modal utama yang harus dimiliki seorang Muslim untuk memperjuangkan Masjid Al-Aqsa. “Berprasangka baik terhadap Allah dan jangan sekali-kali berburuk sangka kepadaNya. Orang yang tidak berprasangka baik atas nikmat Allah berarti hatinya mendapatkan kecaman dari Allah Swt seperti yang terdapat dalam Qur’an surat Fussilat,” tegasnya.

Dia menambahkan, deklarasi Bandung untuk pembebasan Al-Aqsa beberapa tahun lalu dan melakukan gerak jalan solidaritas cinta Aqsa merupakan salah satu wujud perjuangan pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa. “Mestinya kita tahu untuk apa acara tersebut digelar,” katanya. Hamidy menambahkan kini Al-Aqsa semakin dekat setelah informasi yang didapat dari PBB bahwa Palestina di akui  sebagai negara.

Selanjutnya dia mengatakan Global March to Jerusalem (GMJ) yang dilaksanakan beberapa tahun lalu merupakan bentuk ekspedisi yang tidak terencana. Hal ini menurutnya sama seperti ta’aruf di Masjid Kajang Malaysia beberapa minggu lalu. Pria yang murah senyum itu mengatakan bahwa Jama’ah Muslimin (Hizbullah) bisa mengirimkan 1000 ikhwan dan akhwat untuk melakukan ta’aruf Gaza. 

Hamidy juga mengatkan bahwa para relawan yang dikirim ke Gaza untuk membangun RSI Gaza selain berprofesi sebagai tukang, mereka juga meluangkan sebagian waktunya disela-sela kerja untuk menuntut ilmu. Dengan demikian, saat mereka kembali ke Indonesia diharapkan sudah memiliki bekal yang cukup untuk menyampaikan amar makrup nahyi munkar. “Malam hari mereka belajar Al Qur’an. Dengan demikian saat para relawan pulang, mereka bisa menjadi seorang ustadz,” tegasnya.(L/P012/P015/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply